November 30, 2008
Hari ini gue les privat sama koko sepupu gue. Sebenernya gue nggak suka les-lesan pelajaran, tapi berhubung besok itu Ujian Akhir Semester dan nilai matematika + fisika gue memprihatinkan… didatangkanlah bala bantuan.
Pertama-tama, gue salut sama koko sepupu gue, ko Anes (Yohanes sih), yang mau dengan sabarnya betah mengajarkan seorang anak bolot selama 3 jam. Makasih ya… Sampai-sampai dia menunda janjinya! (Menurut asumsi gue kayaknya janji sama pacar nih…) Waduh, kalo mereka ampe putus ato ribut gara-gara les ini, mampus dah gue!
Bolotnya gue dalam hitung-menghitung sepertinya tidak bisa didefinisikan dengan ilmu relativitas Einstein. Gue berkali-kali salah hitung dengan konyol seperti "19 x 4 = 78" ato "4 x 12 = 36". Rupanya inilah salah satu faktor yang membuat nilai matematika gue jelek.
Fisika? Urusan hitung-menghitung current, voltage, sama resistance dalam suatu sirkuit bener-bener bukan bakat gue. Tiap beberapa menit, gue bisa ketuker tentang apa yang sama di sirkuit paralel dan seri. Gak heran belajarnya ampe 3 jam.
Fuh… Abis ngeliat angka sama sirkuit jadi ngantuk nih. Bobo dulu ah~~
Oh ya, ngomong-ngomong, tadi gue habis ngehias pohon natal di rumah gue! Kecil sih, tapi rame juga soalnya hiasannya banyak. Pohon natal tua turun-temurun, dengan hiasan yang dari tahun ke tahun itu-itu saja (Paling nambah dikit). Ada lampu-lampunya gitu bisa nyala, terus hiasan tolol yang gue buat waktu kelas 4 SD dan masih terus disimpen sama nyokap, dan hiasan bel-bel kecil lucu.
Ini dia fotonya…
Merry ‘early’ Christmas, hehe
Udah ah, mau cao ke alam mimpi dulu… Zzz…
November 29, 2008
Akhirnya, anggal 28 November kemarin buku terakhir dari seri Laskar Pelangi ini, "Maryamah Karpov: Mimpi-mimpi Lintang", beredar juga. Harganya memang sedikit lebih mahal dari buku-buku sebelumnya, Rp 79.000.- dan bukunya juga lebih tebal, 504 halaman. Buku ini langsung saya baca semalaman dan baru selesai dibaca tadi siang (Padahal harusnya belajar, lagi ujian akhir semester nih!).
Di buku ini, diceritakan Ikal telah menyelesaikan studinya di Sorbonne, Paris dan ia pun pulang ke Belitong. Setelah beberapa lama menikmati kehidupannya kembali ke kampung halaman, suatu hari ia mendapatkan sebuah berita menggemparkan. Berita yang berhubungan dengan orang yang dicari-cari dan dirindukannya selama ini: A Ling.
Menurut saya, buku ini cukup memuaskan. Buku ini banyak menjawab pertanyaan-pertanyaan pembaca tentang buku-buku sebelumnya. Setelah hampir tidak pernah dibahas di Sang Pemimpi dan Edensor, akhirnya para anggota Laskar Pelangi yang lain menampakkan diri di buku keempat ini. Tentu saja yang paling sering dibahas adalah Lintang dan Mahar, yang tidak jauh berbeda dari Lintang dan Mahar yang dulu kita kenal. Tentang ke mana perginya A Ling selama ini pun terjawab juga.
Seperti buku-buku sebelumnya, Ikal selalu mempunyai mimpi-mimpi tinggi yang dianggap orang lain konyol dan mustahil. Ia ingin bertemu dengan A Ling lagi, bagaimanapun caranya. Orang-orang bertaruh bahwa ia tidak akan berhasil, namun berkat dukungan dari teman-temannya Ikal pun berhasil mewujudkan impiannya.
Entah saya yang bodoh atau bagaimana, tapi sampai akhir buku saya tidak juga mengerti kenapa judul buku ini "Maryamah Karpov". Judulnya seperti nama orang, tapi nama itu nggak pernah disebut dalam bukunya sendiri. Apakah ada hubungannya dengan Anatoly Karpov? Entahlah.
November 25, 2008
HAPPY BIRTHDAY TO MY TWO BELOVED BROTHERS!
Pertama-tama, selamat ulang tahun untuk dua kakak kembar saya yang begitu pintar, hebat, cakep, dan sukses
hohoho. Mereka ulang tahunnya besok sih, tapi takutnya besok lupa ngepost, hehe. Oh ya, buat Yudhis yang ultah tanggal 23 kemarin, happy (rada belated) bdae juga. Wah, akhir-akhir ini banyak yang ulang tahun nih. Siap-siap bokek deh gue beliin kado xP
Betewe, kok kayaknya kata-kata kunci yang orang pake buat Googling dan nyasar ke blog ini kok rata-rata menyesatkan ya? Contohnya:
1) Isi UU APP
2) Pesan moral dalam kartun Disney
3) Naskah drama Pinocchio
4) Lagu Lion King
5) Translate bahasa inggris lagu di antara kalian (Hah?)
6) Cara nyetir mobil (cara nyetir mobil kok di-googling sih)
7) Ng*ntip cici m*ndi (wtf??)
8) Gambar american fave pizza hut
9) Hukuman untuk murid yang ribut di kelas
10) Bule keluar sp*rm (Apaan sih?!?!?)
11) Indo Japan Expo (akhirnya ada yang rada nyambung!)
12) Detrik (mungkin maksudnya Tom Detrik, tapi malah nyasar)
13) Disney Mulan bagus gak (bagus kok…)
14) Painting on T-Shirt
15) gambar emo editan photoshop
16) Perlukah anak SD diberi les privat pelajaran
17) maksud lagu Can You Feel The Love Tonight
Well, seperti yang anda lihat, rata-rata keywordnya gak ada yang nyambung dengan isi blog gw semua. Parahhh… Pantesan aja blog gw sepi. Hiks. (Jangan-jangan dengan gw nulis ini di post, makin banyak orang aneh yang nyasar ke blog gw… argghhhh)
Oh ya, ternyata kalau kita googling "Chelle", sekarang blog ini udah nongol di halaman pertama. Tapi kalau googling pake Bahasa Indonesia, malah gak nongol. Haha, om Google memang sulit dimengerti.
Kesimpulan: Ternyata banyak orang yang suka Googling hal yang aneh-aneh, huahahaha.
Edit: Ternyata makin banyak orang aneh yang nyasar dengan keyword-keyword tersebut. Untuk menyelamatkan harga diri blog saia, beberapa saia sensor saja deh.
November 24, 2008
Posting ini didedikasikan untuk teman saia Nikol yang hari ini berulang tahun yang ke 15. HAPPY BIRTHDAY NIC! (Biarin tadi udah, sekarang ngomong lagi gapapa donk) Semoga panjang umur, Tuhan memberkati, tambah pinter, cantik, cepet dapet jodoh… dan jangan suka lebay lagi
Hari ini kami berhasil dengan sukses ngerjain Nikol. Dari tahun ke tahun, biasanya gue-lah yang menjadi sumber ide busuk buat ngerjain orang, hehe. Dan hari ini pun tidak terkecuali. (Meskipun dosa gue ngusilin orang waktu ultah banyak, gue seumur-umur belum pernah dikerjain waktu ultah, wakaka)
Jadi, waktu istirahat Nikol dibawa pergi sama salah satu temen gue. Kita semua yang tersisa langsung ngambil semua barang-barang Nikol untuk diamankan di perpustakaan. Asal kau tahu, barang-barangnya banyak dan berantakan banget! Bukan perjuangan yang mudah. Beberapa kali botol minumnya jatuh berguling-guling waktu kita bawa sambil lari-lari.
Di perpustakaan, kita ‘menghias’ barang-barang tersebut dengan kertas-kertas kecil bertuliskan "Happy Birthday" yang udah kita siapin sebelumnya. Kertasnya banyak banget, 100-an mungkin ada ya. Ampe capek ndiri nempel-nempelnya. Buku, tas, kotak makan, botol minum, kotak pensil - tidak ada ampun, semua kita hias dengan cantik dengan kertas ucapan kami
hohoho
Well, gw sedikit bersyukur karena Nikol orangnya terlalu bolot polos. Contohnya, dia sempet liat kita lari-lari bawa tasnya, dan dia nggak curiga sekali pun. Dia sempet liat kita ngumpetin kertas-kertas waktu dia dateng, dan lagi-lagi dia nggak ngira apapun. Fiuh…
Tidak selesai sampai situ saja, surprise kami masih ada babak duanya. Acara surprise ulang tahun gak lengkap donk kalo gak ada acara sirem-siremannya. Waktu pulang sekolah, doi kita sirem-sirem, kita ceburin ke kolam, dengan tambahan telur dan tepung pula xP
Kesuksesan lain Chelle dalam ngerjain waktu ultah yang sebelumnya:
1) Sebut saja si teman Felice. Gw pura-pura ngilangin kertas fisika yang dia uda buat susah payah. Lalu guru yang udah gw ajak sekongkol marah-marahin dia… ampe dia nangis! Gyah! Gw jadi ngerasa bersalah banget. Trus akhirnya guru gw bilang "Jangan sedih, kamu hari ini ulang tahun kan?" Trus kita langsung pada nyelametin deh. Hehe. Maaf ya, Felice.
2) Sebut saja si teman Joker (lho?). Sama kayak kejadian Felice, cuma kali ini kertas matematika. Guru yang kami ajak sekongkol adalah guru mat yang killer abis, jadi terang aja si Joker ampir mo nangis. Setelah tahu itu bercanda, dia langsung ngamuk dan menghajar semua orang dan benda di sekitarnya, nggak peduli bersalah atau nggak, wkwkwk.
3) Sebut saja si teman Riri. Riri itu orangnya rapi dan gak suka berantakan. Pas hari ultahnya, mejanya kita tumpukin sampah-sampah dan kertas-kertas yang buanyak. Waktu dia beres-beresin sambil ngedumel, di paling bawah ada kartu ulang tahun buat dia, hohoho.
Kayaknya masih ada, tapi gw lupa. Sebentar lagi ada temen gw yang laen neh yang mau ulang tahun, tapi gw rada kehabisan ide buat ngerjain doi… Ada yang mau menolong?
November 23, 2008
Hari ini gw pergi sama bokap-nyokap ke toko buku Times yang ada di UPH. Salah satu buku yang gw beli adalah buku dengan cover di atas… "It Goes Without Saying", sebuah kumpulan comic strip Peanuts (atau mungkin lebih dikenal orang-orang dengan… Snoopy!). Hehe, bagaimanapun juga gw tetap adalah fans Snoopy sejati
Yang unik dari comic strips yang dimuat di buku ini adalah semuanya tidak menggunakan kata-kata. Jadi orang yang nggak ngerti bahasa Inggris juga masih tetep bisa ngerti. Yah, paling kata-katanya yang muncul cuma "Z", "!", "?" atau garis-garis nggak jelas buat ucapannya Woodstock.

Ini lho maksud gw…
Comic stripsnya dimuat berurutan, sehingga kita bisa melihat bagaimana gambar Snoopy yang pertamanya gepeng bin cengo sedikit demi sedikit berubah menjadi semakin imut seperti yang sekarang, hehe. Oh ya, satu hal yang cukup menarik adalah foreword (kata pengatar) di buku ini yang ditulis oleh janda Schulz, Jean Schulz. Gw tulis di sini yah…
A tour through fifty years of Peanuts strips - "IT GOES WITHOUT SAYING"
Foreword by Jean Schulz (Charles M Schulz’s widow)
That a picture is worth a thousand words is a truism we don’t question. The point is made dramatically in this book of very special Peanuts strips. In these cartoons Sparky tells a story without dialogue or explanation. Sometimes the joke is so subtle that you have to scour the final panel to get the joke. Sparky became known for his spare style of drawing, and these cartoons are spare to the extreme.
Sparky was always quick to remind colleagues and interviewers who might praise his philosophy and characterization that "cartooning is still about drawing funny pictures." Sparky set the pattern for these sight-gag strips early on. In fact, the third Peanuts strip published in October 1950 is indeed a funny picture, and there were more sight gags in the first month. Many of them were an extension of the ones he had drawn in Li’l Folks, which appeared in The St. Paul Pioneer Press from 1948 to 1950.
The pantomine strips continued in abundance in the early years. Often they were gags involving Snoopy, who doesn’t talk in any case, but eventually all the characters found their personalities exploited in the visual gags.
Without really being aware, readers bring all their senses to bear when they approach a comic strip. One can feel the "POW", "KLUNK", "AAUGH", and "CRASH" of an action strip, and one can get a sense of mustiness when the girls make mud pies in the early strips, so it should be no surprise that readers can become completely engaged in visual strips.
Notice the strips with rain. Sparky said that rain was fun to draw. The Bart Pen Lines Demonstration was one of the lessons in the Art Instruction School manual. It was an exercise in making smooth pen lines in three different widths. For fun, the instructors used to have competitions among themselves to draw the best page of lines. Sparky was proud of the way he could produce smooth, even pen strokes. In some of his strips, you could actually feel the rain. Rain is noisy, but falling snow is by its nature silent. Sparky also found the snow themes fun to draw and perfect for visual gags.
Music is a universal language and Sparky enjoyed playing visual games with the notes. I think he was fascinated by the silent language appearing on the page. Of course, a musician can read and "hear’ the notes, but most of us don’t have that talent. As Schroeder and his piano became a standard Peanuts theme, so did the strips with musical notes. Sparky always drew his notes from actual piano pieces, and he often received letters from musicians who recognized the compositions.
Emotions don’t need words. All the emotions are depicted in these visual strips: the forlorn Charlie Brown watching his train, Snoopy showing his spunk and becoming increasingly opinionated, and often just plain silliness. I can hear Sparky’s voice saying that these strips were "just fun to draw". He said that sometimes he would burst into laughter as he was drawing. I can imagine his laughter while he drew Linus stuffing his blanket in his mouth until his cheeks bulged in order to hide it from Snoopy.
Sparky was so prolific with his sight gags that there could be a book solely of Sunday strips with visual gags. It seems to me that it takes a great deal of concentration to plan an entire Sunday page based on sight gag or a pantomine. The timing has to be perfect, yet Sparky did it over and over.
In later years, Spike became the subject of many of Sparky’s visual gags, and when Rerun came on the scene, Sparky returned to some of the humour involving small fry with oversized equipment.
Sparky remarked repeatedly over the years that these visual strips would be a perfect way to introduce Peanuts to non-English speaking audiences or preschoolers. I realize that this book is written for the established Peanuts audience, but for whatever audience, Sparky would be glad to see his idea come to fruition. A picture is worth a thousand words. That is the power behind the Peanuts comic strip.
(Fuh, uda cape-cape nih ngetiknya, jadi dibaca yah…
)
<< Older Posts