Hari ini gw abis nonton The Day The Earth Stood Still. Oh ya, betewe, sebelum mulai, nih ada sekilas info…
Jika kamu kentut secara konsisten selama 6 tahun 9 bulan, anda akan menghasilkan gas yang cukup untuk menciptakan energi yang diperlukan alam membuat bom atom!
Berarti bener dong ucapan gw dulu…
*gw sama temen gw lagi ngomongin masalah global warming*
Gw: Eh, eh, gw tadi kepikiran. Kalo misalnya kentut dijadiin sumber energi dunia yang baru gimana ya? Kan orang tiap hari kentut, jadi kalau misalnya gas kentut itu bisa diolah jadi energi, kan pasti bisa bermanfaat banget…
Temen gw: Haaah? Jadi, maksud lu, ntar kita nyalain TV atau lampu pake kentut gitu?
Gw: Yah, kira-kira begitulah. Gimana menurut lu?
Temen gw: *diem sebentar* …geje lu Chel.
Nah, gw jadi punya ide. Jadi gini, tiap beberapa bulan pemerintah ngumpulin sumbangan gas kentut dari setiap daerah di Indonesia. Kalau seluruh rakyat (setengah juga oke deh) mau berpartisipasi, pasti negara kita bisa punya supply energi yang buanyak! Gak perlu pake acara pemadaman listrik bergilir lagi.
Lalu kalau ada perang, kita punya senjata maha ampuh - bom kentut super dahsyat! Berkat jenis makanan di Indonesia yang beraneka ragamnya, pasti baunya bom ini bakal mantap abiss. Dengan bantuan bambu-bambu runcing, negara kita akan semakin maju dalam persenjataan militer!
Nah, sekarang kita tinggal menunggu saja waktunya para ilmuwan untuk mengembangkan teknologi seperti ini. Kan dunia ini sudah mau krisis energi, jadi sudah saatnya kita menggunakan sumber energi baru - kentut!
Maafkan saya saudara-saudari, saya ngelantur abis. Back to the topic! Orang gw mau nge-review film kok jadi ngomongin kentut coba…
***

Hari ini gw abis nonton THE DAY THE EARTH STOOD STILL (ngomong lagi deh). Denger-denger ini film remake nih, jadi gw nggak terlalu berharap banyak. Perasaan akhir-akhir ini banyak film remake-nya film lama gitu ya? Pada keren-keren sih, tapi pasti ada yang tetep ‘kurang’ dibanding yang aslinya.
Menurut gw sih filmnya oke juga. Seperti film-film sci-fi jaman sekarang, efek-efeknya keren dan haitek. Sejujurnya adegannya kurang ada yang "membekas" banget di hati (ceileh).
Adegan waktu dunia diancurinnya kurang bikin ngeri, habis keganasan para serangga-serangga penggerogotnya kurang keliatan. Adegan waktu Helen berharu-haru ria dengan anaknya juga kurang meresap dalam hati, cuma kayak adegan biasa di sinetron-sinetron aja (gak separah itu sih). Pokoknya lewat gitu aja gitu…
Paling-paling adegan yang gw paling inget waktu liat si Klaatu ngomong bahasa Mandarin sama si kakek-kakek, lucu aja ngeliatinnya. Biasa lah, logat bule kalo ngomong mandarin pasti rada… er, beda. Si kakek-kakek akhirnya ngomong inggris juga, jdi ngapain si Klaatu mesti capek-capek ngomong bahasa Mandarin? Hehehe…
Buat yang belum tau, jadi nih film tuh ceritain tentang alien dari luar angkasa yang datang ke bumi berencana untuk menyelamatkan bumi. Bagus dong! Nah, caranya yang sedikit bermasalah.
Mirip cerita tentang nabi Nuh di mana nabi Nuh membuat bahtera untuk menyelamatkan orang-orang yang percaya dan para binatang, cuma bedanya mereka nggak berniat menyisakan manusia sama sekali. Para alien itu menyelamatkan para binatang dengan "benda bundar gede nggak jelas" dan menghancurkan manusia dengan "serangga-serangga kecil nggak jelas tapi mematikan".
Seorang alien yang bernama Klaatu mewakili para alien untuk bicara dengan para pemimpin bumi, eh tapi baru keluar dia udah langsung ditembakin! (Bukan, bukan ditembak "ai laph yu pake kain pel, Klaatu!") Tapi untungnya abis itu dia segera diobatin oleh para scientist yang bermaksud baik. Namun orang-orang militer dan pemerintahan menganggap alien itu sebagai bahaya dan berniat menghancurkannya.
Seorang scientist bernama Helen Benson berusaha meyakinkan Klaatu bahwa manusia masih bisa berubah setelah mengetahui tujuan para alien itu datang ke bumi. Ia berusaha meyakinkan Klaatu bahwa tidak semua manusia jahat - sementara para pasukan militer memburunya dan membombardir si "benda bundar gede nggak jelas" dan Gort (si alien yang kayak patung gedee, punya laser pula) dengan berbagai macam senjata, biarpun gak mempan juga sih.
Akhir cerita, Klaatu pun tersentuh perasaannya saat melihat kisah sedih di hari Minggu Helen dan anak angkatnya. Ia pun menghentikan program menghancurkan umat manusia dengan harapan para manusia akan merubah cara mereka memperlakukan bumi. Lalu nggak pake salam "Adios Amigos" atau ceramah panjang lebar dulu, ia pun kembali ke planetnya entah di mana dengan si "benda bundar gede nggak jelas". Dunia pun selamat dari kehancuran! Yay!
Yah, intinya begitu deh. Kalau gw yang cerita emang bakal aneh, jadi mendingan nonton sendiri aja! Hehehe…





