January 31, 2009
Hari ini gw seneng banget! Hehe. Tadi gw sama temen-temen gw pergi beramai-ramai untuk ngerjain dan merayakan ulang tahun teman kami, Cilla. Mungkin ini pertama kalinya semua anggota kelompok gw pada bisa hadir secara lengkap, jadi rame deh!
Kami dibagi dalam dua kelompok. Kelompok "Penculik" (kita sebut Team 1) dan kelompok "Penghias" (kita sebut Team 2).
Beginilah ide awalnya: Team 1 akan pergi ke rumah korban dan ‘menculiknya’ (dengan persetujuan orang tua dan pihak yang bersangkutan kecuali korban sendiri tentunya) dan membawanya ke suatu tempat yang sudah ditentukan. Di tempat itu, Team 2 sudah siap menjemput dengan makanan, hiasan dll. Lalu kami akan bersama-sama menyelamatinya, lalu menceburkan dia dengan penuh sukacita.
Tapi yang namanya kehidupan tidak akan selalu berjalan mulus sesuai rencana.
Pagi-pagi gw dan Kum-kum sudah menyiapkan balon-balon berisi air dan kacamata hitam (maksudnya biar menyamarkan identitas waktu menculik, tapi ternyata tidak berguna). Celin sudah menyiapkan kue ulang tahun (yang akhirnya rada ‘bonyok’ karena didudukin Gijo). Team 1 - gw, Celin, Gijo, dan Kum-kum pun melesat ke rumah Cila untuk melaksanakan misi.
Begitu sampai, masalah muncul. Ternyata Cila nggak mau disuruh keluar rumah! Kami pun panik. Pertama-tama kami nelpon dan pura-pura marah-marah sampai dia panik sendiri.
Gw: Eh, Cila! Lu kok gak dateng sih?
Cila: Hah? Dateng apa…
Gw: Hari ini kan mau ngerjain tugas! Kita dah ngumpul di rumah Meg nih!
Cila: Hah? Gw nggak tau…
Celin: Kan udah gw sms kemaren!
Cila: Gw gak tau, beneran…
Celin: Ah, gitu lah lu! Ya udah, keluar lu sekarang, kita jemput!
Cila: G-gak bisa, gw disuru pergi sama nyokap…
Gw: Ya udah lah, fine, kita kerjain aja, lu gak usah ikut!
Cila: Eh, jangan gitu dong…
Wah, si Cila kedengerannya udah bete abis. Karena malas mikir panjang-panjang, akhirnya kita ganti rencana. Kami akan menculik Cila - tapi Cila akan tahu itu kami, cuma dia gak bakal tau aja dia bakal dibawa ke mana. Kedengarannya jauh lebih aman, nyaman, dan mudah.
Cila berjalan keluar rumah karena dikiranya ia sudah dijemput. Lalu kami pun dengan terburu-buru langsung mengikat tangannya, kakinya, dan menutup matanya. Gila, ini anak gak bisa diem boo!! Sempat terjadi pergulatan, tapi akhirnya korban berhasil dikalahkan. Ia pun kami giring ke dalam mobil, pakai acara jatuh segala karena ia harus lompat-lompat seperti pocong (kakinya kan diiket).
Di mobil, matanya tetep ditutup. Ia nggak tau mau dibawa ke mana. Kita pun berbohong dan bilang kami akan membawanya ke sebuah vila di Bogor! Hehe, dia percaya-percaya aja karena dia gak bisa liat jalannya ke arah mana.
Cila: Eh, masa sih gw beneran dibawa ke vila?
Celin: Serius! Tuh! *buka penutup mata dan ngasi liat sebuah rumah gede yang kayak vila di pinggir jalan*
Cila: Eh, beneran vila bo! *matanya ditutup lagi*
Celin: Nah, di situ ada laut…
Cila: Kok laut sih? Bo’ongnya gede!
Celin: *buka penutup mata dan ngasi liat laut di pinggir jalan*
Cila: Eh, beneran laut loh!
Sesampainya di tempat tujuan, semua ikatan dan penutup mata pun dilepas. Teman-teman yang lain (Team 2) sudah menunggu di sana dan menyambut Cila dengan gembira. Lalu kami pergi untuk makan kue ulang tahun yang sudah disiapkan Celin.
Bicara ulang tahun, bagi kami tidak jauh dengan bicara cebur-ceburan. Tadinya mau diceburin kemarin di sekolah, tapi ada guru ngeliatin dan ngelarang kita jadi nggak jadi. Di sini bisa lebih puas, gak ada guru sama sekali! Yeahh!
Setelah makan kue dan berfoto-foto, kami pun pergi ke kolam renang. Karena kata Fifi nggak jauh, kita disuruh lepas sandal aja. Gw pun menurut. Tapi ternyata jalannya berbatu-batu bin kotor! Eww… Sebel banget. Gw jalan ampe jinjit-jinjit gak jelas. Kaki gw sakit… Ihik ihik.
Di kolam renang, tanpa ba-bi-bu lagi, Cilla pun diceburkan. Lalu gw, Gijo, dan Nikol ikutan loncat ke kolam. Fifi dan Kum-kum yang salto meloncat bersama. Sisanya seperti Celin, Meg, dan Jel tidak ikut karena nggak bawa baju ganti. Kasian dey, cuma jadi tukang foto dan ngeliatin aja!
Oh ya, mana tadi ujan pula, jadi nggak heran deh kalau besok gw sakit lagi… ><
Saat sedang norak-noraknya dan asyik-asyiknya berenang, makanan pesanan pun datang. Nggak mewah sih, Kentucky doang. Kami pun makan di pinggir kolam (gak tau sih boleh gak, habis gak ada tulisannya). Karena terlalu asyik ngobrol, beberapa kali ada kulit ayam atau kentang tidak sengaja jatuh ke kolam… Ups.
Habis itu kami melempari Cila dengan potongan-potongan kertas dan bermain-main dengan Snow Spray. Diomelin sama petugasnya sih, soalnya kita bikin kotor. xP
Pada saat itu, tiba-tiba antingnya Jel hilang!! Pesta pun terhenti. Kami panik mencari anting itu kemana-mana di antara sampah-sampah kami betebaran. Akhirnya Celin yang menemukannya di tempat yang tidak terlalu jauh dari tempat kami yang lain rame-rame nyari.
Pesta masih jauh dari usai! Satu hal lagi yang identik dengan ultah adalah traktir. Kami pun pergi ke mall terdekat untuk ditraktir nonton oleh Cila! Oh yeahh!
Karena jam nontonnya sebentar lagi, kami tidak sempet makan-makan dengan tenang. Kami membeli burger dan ayam (yes, fast food again), lalu minuman, dan juga roti lalu ‘menyelundupkannya’ diam-diam ke dalam bioskop. Gw sih nggak ketahuan, tapi beberapa dicegat… Wah, gw hebat juga ya. Padahal gw bawa minumannya santai dan terang-terangan aja loh, dengan wajah tak berdosa gitu.
Film yang ditonton adalah Bride Wars.
Ceritanya adalah tentang dua orang sahabat, Liv dan Emma. Mereka sama-sama sudah dilamar dan berencana untuk menikah di tempat yang sama, yaitu The Plaza. Mereka juga sudah berjanji akan menjadi ‘maid of honor‘ pernikahan satu sama lain. Namun karena sebuah kesalahan, pernikahan mereka berdua didaftarkan pada hari yang sama! Mereka berdua sama-sama tidak mau mengalah, dan mereka pun mulai ‘berperang’ untuk membuat pesta yang lebih sukses dan menggagalkan pesta yang lain…
Menurut gw sih filmnya bagus juga. Cukup menarik, ringan, dan lucu (biarpun cukup ngawur juga sih). Biarpun filmnya nggak sampai taraf ‘wow bagus banget keren abis’, ada beberapa pelajaran tentang persahabatan yang bisa kita ambil.
“Sometimes in life there really are bonds formed that can never be broken.
Sometimes you really can find that one person who will stand by you no matter what. Maybe you will find it in a spouse and celebrate it with your dream wedding.
But there’s also the chance that the one person you can count on for a lifetime, the one person who knows you sometimes better than you know yourself - is the same person who’s been standing beside you all along.”
Jadi, secara keseluruhan, hari ini asyik banget deh! Kayaknya gw ngerasa lebih deket dengan temen-temen kelompok gw dan rasanya kita sudah banyak bersenang-senang hari ini. Biasanya kan kita ngumpul-ngumpul jarang lengkap semua, sering ada beberapa yang nggak bisa dateng. Moga-moga biarpun nanti ada yang pisah kelas dan pisah sekolah, masih bisa sering kayak gini yaa…
Love you all, my friends! You guys rock! x3
January 30, 2009
Ih, akhir-akhir ini gw kok error banget sih. Mana gw lagi sakit-sakitan pula! Sakit kepala, sakit perut, sakit pilek, terus sakit hati (hepatitis)… loh! Nggak lah, gila yang terakhir serem banget.
Kalau biasanya gw kayak cacing kepanasan yang super bawel dan hiperaktif di kelas, kemaren gw hanya terduduk lesu di kursi dengan kepala disandarkan ke atas meja beralaskan buku biologi. Makan gak nafsu, belajar apa lagi… Udah kayak orang mati segan hidup tak mau yang nggak jelas.
Karena hukum kedodolan Chelle #543 menyatakan bahwa Energi Dodol Potensial x Energi Sakit = Daya Error Luar Biasa, selama hari-hari itu gw mengalami banyak kejadian-kejadian tolol.
Pertama-tama, kertas PR ekonomi gw yang menghilang 2 hari yang lalu. Kemarin kertas itu gw temukan terselip di antara kertas-kertas di TENGAH file gw. Waktu gw ngecek 2 hari yang lalu, gw cuma liat kertas paling depan sama yang paling belakang, ya jelas aja nggak ketemu!
Kedua, waktu pelajaran matematika gw lupa bawa buku. Sebenernya waktu pagi masih inget, tapi entah gimana ceritanya gw inget untuk bawa buku semua pelajaran KECUALI matematika. Sepertinya otak gw telah otomatis berpikir "Gw benci pelajaran ini, gak perlu dibawa lah bukunya".
Gw sih nggak terlalu kawathir. Soalnya biasanya gurunya gak pernah ngomel, paling disuruh liat buku temen sebelah. Eh hari ini dia lagi bad-mood abis! Begitu denger ada yang lupa bawa buku, dia ngomel-ngomel. Kita yang gak bawa buku disuruh berdiri sambil pegang telinga dan angkat kaki. Alamak, lagi sial bener sih gw…
Ketiga, folder biologi gw sempet ketinggalan di sekolah. Hasilnya? Gw nggak bisa belajar buat ambil nilai biologi buat besoknya. Akhirnya gw pake sistem kebut sepagi setelah berhasil menemukan tuh folder duduk manis di laci di bawah meja gw, tak tersentuh oleh tangan-tangan jahil.
Keempat (aduhh, banyak amat sih!), karena gw suka kedinginan di kelas, hari ini gw bawa jaket dari rumah. Lalu saat mau masuk ke gedung sekolah, jaket gw JATOH di jalan. Begitu gw angkat… Jaket putih gw telah ternoda oleh kotoran gak jelas di jalan jadi banyak bercak-bercak item gitu!! Huhuhuu… :’(
Oke, udah sih segitu doang, hehe.
Oh ya, hari ini gw ada ekskul (ekstra kurikuler). Sebenernya gw pilih fotografi karena enak tinggal jalan-jalan sekitar sekolah nyari objek buat difoto trus kumpulin minggu depannya. Tapi karena yang ikut fotografi banyak BANGET (satu-satunya ekskul yang nyampe 40-an orang bo!! Dan gw rasa cuma sedikit dari mereka yang bener-bener ‘minat’ sama fotografinya, hehe), gw pun terbuang ke ekskul manga.
Yoi, ekskul manga. Menggambar ala komik Jepang gitu lho.
Gw memang seneng gambar-gambar ala manga, dan mungkin beberapa dari kalian udah sering (dan mungkin udah eneg) ngeliat gambar gw. Tapi gw denger-denger ekskul manga tuh kayak belajar hal-hal teoritis seperti anatomi tubuh, proporsi badan, perspektif, etc.
Dari dulu gw nggak pernah bisa menggambar proporsi badan dengan baik dan benar. Apa yang dulu guru gambar gw ajarin, sepertinya udah gw kembalikan pada pemilik yang berwajib.
Guru: Nah, ini dia gambar anatomi tubuh laki-laki…
Temen gw: *wajah cabul* Pak, kok ‘anu’-nya gak digambar?! Gak realistis tuh!!
Guru: Aduuhh, kamu ini… Udah, ini saya gambar daun aja ya buat nutupin ‘daerah itu’…
Temen gw: *wajah tidak puas* Huuu!!
Perspektif juga gw sekarang cuma inget perpektif satu arah doang. Padahal dulu udah bisa gambar perspektif gambar pemandangan kota yang dilihat dari atas (bird’s eye view) dan bawah (worm’s eye view). Sekarang gw cuma bisa berdecak kagum dengan bego, "Kok dulu gw bisa yah gambar kayak gini…"
Guru manga ada dua orang, dan kelas manga ada dua kelas. Gw denger-denger yang satu gurunya tegas bin kritikus, yang satu lagi ramah dan baik hati (halah). Gw bersama Cilla dan Pammy terus berdoa sebelum masuk kelas biar kita dapat si guru ramah dan baik hati.
Dag dig dug… Dag dig dug…
Kami mengintip ke dalam kelas. Apakah ada si guru pemarah? Atau si guru peramah? Perasaan gw udah rada nggak enak.
"Kalian anak kelas manga satu ya? Di sini kelasnya…" kata suara seorang ibu guru dengan sopan. Karena gw nggak kenal ya gw masuk aja, tapi begitu gw nengok si Cilla tampangnya udah kayak mo nangis.
"Eh, itu guru yang mana tuh?" tanya gw, "Yang baek bukan?"
"Itu… dia… si guru galak…" ucapnya pelan dengan wajah aneh yang sedang menahan tangis.
Gyaaa, tuh kan bener firasat gw!! Fiuhhh… Tadi sih waktu hari pertama belum keliatan galak atau kritikusnya, tapi emang keliatan nggak se-friendly dan murah senyum seperti guru satu lagi. Perasaan gw bilang sih she doesn’t seem that bad, tapi bagaimanapun itu baru kesan pertama.
Apakah Chelle akan menyukai ekskul manga? Apakah si guru galak ternyata seorang berhati emas yang baik hati? Ataukah ia memang seorang sadis seperti yang dikatakan orang-orang? Apakah Cilla akan berhenti menangis sebelum ekskul manga? Apakah gambar gw akan tambah bagus? Apakah krisis ekonomi dunia akan semakin membaik?
Saksikan di post selanjutnya, hanya di Oh Crab!
*Jejejejengg…* Bersambung. (Geje banget, iya, gw juga nyadar.)
January 28, 2009
Hari ini gw ada pelajaran olahraga, pelajaran yang gw benci. Karena itu dari pagi gw dah rada bete. Dan gw jadi tambah bete lagi, gara-gara sebuah kejadian yang begitu tolol, ajaib, dan mistis yang terjadi pada gw pagi ini!
PR Ekonomi yang gw kerjain kemarin malem (dengan nyalin dari Wikipedia)… MENGHILANG!!!
Yap. Hilang. Raib begitu saja tanpa jejak. Tidak ada tuntutan tebusan atau petunjuk. Padahal kemarin malem gw baru aja buat, dan (seinget gw) gw taruh gitu aja di meja. Pada pagi hari saat gw bangun, gw liat meja gw bersih mengkilat Sunlight. Kertas itu nggak ada!!!
Gw langsung panik. Ah, mungkin gw salah inget, gw udah taruh di tas. Gw obrak-abrik satu tas dengan segala file dan folder di dalamnya. Lalu tumpukan buku-buku di meja, siapa tau keselip gitu. Tapi tidak ada sama sekali…
Aneh banget, beneran. Gw masih penasaran sampai sekarang ke mana perginya kertas biadab itu. Gara-gara dia menghilang, gw harus buru-buru bikin ulang begitu sampai di sekolah (mana udah mau telat lagi datengnya) karena guru pasti nggak menerima alasan "Kertas saya hilang".
Waktu pelajaran olahraga tadi juga ada kejadian ajaib.
Saat itu kita lagi maen voli. Giliran gw untuk serve. Temen-temen gw tampaknya tidak berharap banyak dengan kemampuan serve gw yang sangat minim, dan gw sendiri juga begitu. Gw dengan pasrah menaruh bola di tangan gw. Lalu gw pun mengayunkan tangan gw… Uh, here goes nothing!
BLETAK!! Bola melambung tinggi. Kami semua menatap ke atas dengan cengo melihat bola itu terbang di angkasa. Tapi saudara-saudariku, mujizat itu nyata…
Bola itu melesat melewati net!!! Tim lawan yang sepertinya kaget dengan keberhasilan gw itu tidak sempat bereaksi untuk menangkis bola itu. Mereka cuma memandang bola itu memantul ke tanah dan menggelinding. Temen-temen gw kaget. Gw jauh lebih kaget.
Hening sesaat.
"WOOOWW!!"
Temen-temen gw langsung bertepuk tangan dan bersorak sorai. Gw bengong bentar, lalu nyadar bahwa gw telah berhasil serve! (Reaksi tertunda) Sungguh kemajuan yang sangat besar bagi seorang sportophobia seperti Chelle! Pertama kalinya gw berkontribusi untuk nilai tim gw!
Gw disuruh serve untuk kedua kali, tapi kali ini gw gagal. Sepertinya itu emang kejadian yang sangat langka yang bakal sulit terulang.
Oh ya, gw nggak tahu kenapa, tapi tadi di lapangan banyak ULAT BULU.
Ew. Yeah, mahkluk-mahkluk menjijikkan yang menggeliat-menggeliat itu. Mereka berkeliaran di sana-sini di lapangan voli. Salah satu temen gw, Cila, adalah seorang yang phobia dengan ulat. "Gw deket-deket ulet aja langsung rasanya gatel!" komentarnya sambil bergidik geli.
Karena jiwa iseng yang terpendam di dalam jiwa kami, kami pun mengusili Cila. "Cil, di situ ada ulat!" "Cila, di bawah kaki lo ada ulat!" "Gila, ulat tuh!!!". Tapi waktu gw mencoba trik itu, ada sesuatu yang aneh terjadi.
"Cila, itu ada ulat!" teriak gw sambil asal nunjuk ke depannya.
"Mana, mana?" ia langsung berjalan mundur sambil melihat ke bawah, "OMG GILA ITU BENERAN ADA ULAT!!! HIYYY!!!"
Gijo langsung melesat ke TKP dan menginjak ulat itu sampai hancur.
Hloh. Gw sama sekali gak tau di situ ada ulat. Gw cuma asal tunjuk doang. Dan kejadian ini terulang sampai tiga kali. Apakah gw punya kemampuan ajaib untuk memunculkan ulat di tempat-tempat yang gw tunjuk? Haha, aneh banget deh.
Eniwei, Oh Crab telah mencapai 1000 hits (pengunjung)! Thanks ya! =D Hoho, senangnya… Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih pada Yang Maha Kuasa, lalu orang tua saya dan teman-teman yang sudah menolong saya selama ini… *bergaya seperti pemenang Academy Award* Halah.
January 27, 2009
Teman-teman, masih ingat dilema gw dalam membaca tiga buku yang di-post dua hari lalu? Well, gw dengan bangga menyatakan bahwa gw telah selesai membaca Glam Girls (pake acara bedagang begadang segala), dan gw telah berhasil membaca sampai halaman 170 dari The Hobbits! Hurray…
Ternyata The Hobbits cukup menarik juga, biarpun gaya bahasanya yang terasa Old English kerasa ‘alien’ banget buat orang kayak gw… hehe. Buku ini harus gw balikin ke perpustakaan tanggal 30 Januari, dan karena gw males untuk memperpanjang peminjaman gw berencana bakal menyelesaikan buku ini sebelum tanggal itu.
Ngomong-ngomong peminjaman buku, jadi inget temen SD gw ada yang minjem buku lupa balikin selama bertahun-tahun. Denger-denger sampai sekarang belum dibalikin juga tuh! Lalu di kelas gw ada buku dari perpus tergeletak begitu aja, tapi nggak tau siapa yang pinjem.
Oh ya, gw dapet awards lagi nih dari Helena. Thanks yah!

The rules:
1) put this logo on your blog.
2) answer these questions.
1. What is your main reason to make a blog ?
To have a place to write about my personal experiences, thoughts, and artworks - and also to be able to share and connect with more people online.
2. Whose blog that visit first after you make your own blog?
Can’t remember. Lol. XD *has poor memory like a goldfish*
3. tag 5 people you visit often:
Gijo, Onnie, Nikol, Ani, Iphin
the rules:
first: pajang award ini d blog anda
second: beri judul the uniqe award d postingan
third: jawab pertanyaan berikut ini
1. Benda unik apa yg lo punya ?
Benda unik kayak apaan neh maksudnya?
2. Apakah elo mengoleksi benda benda unik ? kalo iya apa saja ?
Benda unik kayak apa sih? kalo koleksi, Gw mengoleksi boneka Snoopy. Sejauh ini udah ada 31, dengan variasi warna, harga dan ukuran yang berbeda-beda. Sama gw koleksi koin, buat dikumpulin ke Coin a Chance. Hihi…
3. apa penyebab elo bisa membuat dan mempunyai blog unik seperti ini ?
Erm, rasanya blog gw masih tipikal blog-blog biasa banget… but I’m still trying to make my blog more unique somehow! Mungkin dengan nambahin lebih banyak gambar gokil dan geje buatan sendiri? Haha.
4. berikan award ini kepada blogger lainnya yg punya blog unik kayak punya kamu
Udah ah, sama kayak yang di atas aja… (Minus Ani since she doesn’t understand Indonesian tho XD)
Tidur dulu ah… Oh ya, besok hari Rabu! Berarti ada olahraga… *langsung tewas di lantai dengan mulut berbusa*
TIDAAAAAKK!! Kenapa hari Rabu cepat sekali datangnya?!?! D:
January 26, 2009
SELAMAT TAHUN BARU IMLEK untuk yang merayakannya!
恭喜发财!

Dalam rangka mengumpulkan angpao dan reuni keluarga, hari ini gw pergi ke rumah nenek gw. Di sana gw berkumpul dengan saudara-saudara sepupu gw (yang siap merusuh dan merampok angpao dari para orang tua!), paman dan tante gw, dan nenek gw.

Jadi inget karangan waktu SD, "Berlibur ke Rumah Nenek"
Gila, rame abis deh tuh rumah. Bahkan ada beberapa orang yang gw gak inget itu siapa. Kami anak-anak pun nongkrong di lantai atas karena lantai bawah dikerumuni oleh para bapak dan ibu yang asyik ngerumpi macam-macam.
Namanya juga anak-anak, apa juga bisa dijadiin mainan. Mulai dari catur (yang pionnya sering iseng diganti dengan action figure Ultraman biar lebih seru), monopoli (tapi gak jadi gara-gara males ngurusin duitnya), ular tangga, sampai sebuah maenan mirip-per-warna-warni-nggak-jelas (gw gak tau namanya apa ini!).
Begitu mendengar ada yang baru datang, kami akan langsung bergegas ke bawah sambil berseru, "ANGPAO! ANGPAO!" dan mengerumuni paman/tante yang baru datang seperti semut lagi ngerumunin gula. Hehehe, dasar bocah-bocah gak tau malu…
Oh ya, keluarga gw punya tradisi (atau ritual?) yang dilaksanakan setiap perayaan imlek di rumah nenek gw. Tradisi itu adalah…
NAIK BECAK!!!

Heuheu, gak ada keren-kerennya ya? Tapi beneran, tiap tahun nenek gw bakal mesen beberapa tukang becak untuk nongkrong depan rumah gw. Lalu kami para anak-anak akan naik becak-becak itu dan diajak pergi berkeliling kompleks perumahan tersebut. Gw gak tau sih dari mana asal-muasal tradisi ini.
Biarpun ini sebenernya sederhana banget, tapi kami cukup senang dan selalu menanti-nantikannya. Salah satu saudara gw terus bertanya setiap beberapa menit, "Mana becaknyaaa?". Orang-orang daerah situ mungkin berpikir kalau kami norak banget kali ya, hehe. Jadi malu…
Satu becak diisi oleh dua-tiga orang (tergantung usia dan ukuran tubuh), dan biasanya tiap tahun kami menyewa tiga sampai empat becak. Becak-becak itu pun berangkat beriringan (bahasa kerennya, convoy gitu dehh) untuk mengelilingi daerah situ. Satu putaran lumayan lama, mungkin sekitar setengah jam.

Pak, tungguin becak kita dong!!
Suasana di sana beda banget dengan daerah yang biasanya gw temui sehari-hari. Gak banyak mobil lewat karena jalannya cukup sempit. Tapi tadi kita sempet ketemu mobil yang berhenti pas di depan becak gw, bikin gw jantungan! Jalannya juga nggak terlalu mulus dan lumayan ‘bumpy‘. Tapi angin sepoi-sepoinya enak banget bo… Adeeem… Lebih ‘fresh‘ dari angin AC, hoho.
Rumah-rumahnya sederhana, dan kalaupun ada yang mewah, nggak terlalu banyak. Masih banyak sawah dan lapangan rumput, boro-boro ada gedung tinggi. Lalu banyak anak kecil lewat sana-sini untuk bermain. Di tanah banyak coretan-coretan kapur. Gw juga sempet ngeliat ada beberapa layangan.
Lalu yang gw perhatikan ada banyak kucing liar. Selama perjalanan, gw sudah menemukan sepuluh ekor kucing. Selain kucing, gw juga menemukan banyak iklan sedot WC. Kenapa iklan ini sih yang harus bertebaran di berbagai tiang listrik dan tembok? Oh, dan banyak iklan partai buat pemilu… Bah, yang ini sih ada di mana-mana.
Coba bandingkan dengan di daerah kota. Apakah kita sering main dengan tetangga kita? Mungkin kenal saja nggak kali, ya. Atau sekedar ‘kenal’ saja. Kapan terakhir kita main layangan? Kapan terakhir kita nulis-nulis dengan kapur di tanah?
Banyak sekali permainan-permainan sederhana tapi menyenangkan yang sudah mulai ‘punah’. Lompat tali, main kelereng, layangan, petak umpet, galasin, congklak, bentengan… Anak-anak sekarang umumnya lebih senang bermain komputer, PS, DS, PSP, GBA, dan kawan-kawannya seiring perkembangan teknologi yang semakin maju. Kalau main hal-hal seperti itu, biasanya dianggap "gak keren" atau "jadul".
Jadi kangen jaman-jaman main polisi maling waktu SD… *sok tua mode ON, padahal baru beberapa tahun yang lalu juga*
<< Older Posts