Cuplikan episode sebelumnya: (jah, lu kira sinetron kali)
Dalam rangka merayakan kebebasan selesainya UAS dan UAN, gw dan temen-temen semua pergi jalan-jalan bersama, sekaligus merayakan ultah Fio, Cellin, dan Gijo. Berbagai macam rintangan kami lewati, seperti kepsek yang marah-marah karena seragam murid-murid banyak yang dicoret-coret, kemacetan jalan dan mobil Magi-chan yang tidak bisa terbang, dan lain-lainnya.
Kelompok "Walking Disaster" ini pun membuat berbagai macam kerusuhan dan kenorakan mulai dari Pizza Hut (yap, kita ngerusuh di Pizza Hut lagi!), tempat bowling sampai XXI. But for every party, there is always an end for it… Akhirnya malam tiba, dan tidak sadar sudah waktunya kita-kita untuk pulang.
Namun ternyata, bagi gw, Cellin, dan Kum-kum, kekacauan ini belum berakhir…
***
Seharusnya gw dan Kum-kum pulangnya nebeng Cellin. Tapi karena suatu alasan, Cellin juga ternyata gak ada yang jemput. Singkat cerita, kami tiga cewek manis malang ini pun akhirnya bersekutu dengan AA dan Riki untuk "Nebeng United" ikut mobilnya Moses.
Setelah bubar nonton, ternyata sang mobil penjemput ternyata belum datang. Para cowok-cowok itu pun langsung masuk kembali ke dalam gua hantu XXI untuk main game. Gw, Cellin, Kum-kum, bersama Gijo dan Cilla ngobrol-ngobrol di luar dengan nyokapnya Gijo dan Cilla juga. Mulai dari ngobrolin Cilla mau pergi checkup sampe ngomongin kepsek dan yearbook.
Pas lagi ngobrol-ngobrol, tiba-tiba si Daniel nongol keluar. Lalu dengan gaya seolah-olah Studio XXI itu punya dia dan kita semua adalah orang-orang miskin yang gak punya duit buat nonton ia berkata, "Eh, you guys pada masuk aja lagi…" Cellin yang emang sensi sama tu orang langsung marah-marah.
Prinsipnya, sebagai orang yang numpang, kita harus tahu diri. Tapi kayaknya lama-lama kok jadi susah ya?
Setelah akhirnya jemputan tiba, kami para Nebeng United berbondong-bondong berjalan turun. Kalo nggak salah itu sekitar jam 7-8 gitu. Setelah muter-muter beberapa lama, gw baru menyadari sesuatu….
Bahwa gak ada yang tau jalan di mall ini!!!
Cuplikan:
"Oi, kita mo kemana sih?"
"Nyari eskalator."
"Lah, di situ kan ada di lift?"
"…Hah, emang tadi ada lift?"
"Ini dia pintu keluarnya nehh!"
"Oh, pintu Selatan toh? Ngomong dong dari tadi! Lu bilangnya yang deket itu melulu…"
"Udalahhh, yan penting keluarrr…"
"Chelle, kira-kira kita kapan nyampe rumah ya? Bisa-bisa sekalian nonton Midnight Show ini…"
"Gak tau deh. Tebakan gw… Jem 9 kali ya."
Gubrakk… Daniel dengan gaya sok taunya seperti biasa ada di barisan paling depan, yang lain di belakang pada ngikut-ngikut aja. Long story short, setelah muter-muter gak jelas beberapa lama, akhirnya kita keluar juga dari mall itu.
Formasi dalam mobil: Front seat empunya mobil dan supirnya empunya mobil, middle seat para cewek (thank you, gentlemen! ahahaha it doesn’t seem nice to be at the back lol
), dan di back seat orang buangan ya sisanya.
Di dalam mobil, tetep aja pada rusuh.
"Oi, Ses, ‘dingin’ nehh… Sampe menggigil loh gw saking ‘dingin’nya!"
"Hah? Dingin apaan? Panas gini…"
"Iya, ‘dingin’ banget nihh! Nyalain dong AC-nya!"
"Oh, ‘dingin’ toh, maksudnya. Iya nih, emang ‘dingin’ banget…"
"Iya deehhh, maklum, mobil lamaaaa…"
Ternyata duduk di bangku belakang itu gak enak abis. Posisi duduk yang nggak bisa pewe dan ada guncangan yang senantiasa memacu andrenalin, apalagi waktu ngebut. Kenapa ngebut? Later story…
Sebelum bisa tiba di rumah tercinta, ternyata kita harus pergi ke tempatnya Daniel buat ngambil tas dan kawan-kawannya. Cellin kembali mendesah dengan pasrah, "Kira-kira kita kapan nyampe rumah ya Chel…".
D: "Are you afraid of dogs?"
C: "…No. You have a dog?"
D: "Yes. And he’ll bite you! Nahhh, he’s just a stupid dog."
C: "Emang di sini boleh pelihara anjing?"
Gw: "Boleh lah, bawa babi aja boleh! *sambil nunjuk Dino*" (peace Din! huahahaha xP)
R: Swine flu…
Ternyata cuma anjing kecil. Tapi lucu, ahahaha.
Setelah kunjungan singkat ke tempat Daniel itu, kembali ke tujuan semula: Back Home. *wah, jadi judul lagu Yellowcard* Di mobil untuk mengusir kebosanan, lagu-lagu disetel (seperti Love Story-nya Taylor Swift plus suara Kum-kum dan Riki yang bikin AA meraung-raung sakit kuping), dan berbagai topik obrolan geje diangkat.
*di belakang, Riki dan AA lagi toel-toelan gak jelas*
Gw: …Itu lagi pada ngapain sih di belakang?
Kum-kum: Tauk tuh, pencabulan ya?
Riki: Heh, I’m not gay, okay? (<- Over Her Dead Body reference here)
Perjalanan terus berlanjut. Macet. Bosan. Pegel. Ngantuk. Lalu satu hal lagi mulai terasa…
Riki: Ses, gw laper…
AA: Iya nih, traktir makan-makan dong!
Moses: Ya udah, mau makan di mana?
Kum-kum: Paregu.
Riki: Shabutei.
Moses: …Buset dah.
Kita mulai laper karena belum makan sejak tadi sore makan di Pizza Hut. Setelah nyari-nyari dan berdiskusi mau makan apa, akhirnya kita makan bakmi di sebuah food court, kecuali Moses yang mesen ohcrab kepiting yang akhirnya diembat sendiri (dan ’sedikit dibantu’ oleh AA dan Riki). Gw dan Kum-kum yang bukan pecinta sayur langsung memindahkan sayur-sayur di mangkuk kami ke tempat Cellin. Padahal kita berdua udah mesen nggak pake sayur tuh!
Hari semakin malam, dan tiba-tiba ada telpon. Karena adiknya Moses sakit dan mobilnya dibutuhkan untuk nganter ke rumah sakit (bukan, bukan flu babi dan bukan AIDS!), mobil itu harus dipakai segera. Sang sopir langsung nancep gas dan membangkitkan jiwa pembalap dalam dirinya. NGEBUT MODE, ON!!!
Gw dan Cellin (Kum-kum udah dianter duluan) kepental ke kiri dan kanan, AA dan Riki di belakang kepentok dan kebentur sana-sini dengan lebih tragis. AA sampe pegangan ke safety belt bagian baris tengah berhubung baris belakang kagak ada safety beltnya. Lama-lama bisa-bisa kita semua ‘ikutan‘ ke rumah sakit nih…
Tapi ternyata tidak. Dalam hitungan menit, kami satu persatu di-drop di rumah masing-masing dengan sehat sentosa dan selamat (dan yeah, badan kita masih utuh! That guy is a pro, people!).
It was 10:30.
Gw dah capek banget dan gak berniat untuk upload foto ke Facebook atau ber-Tegaki sebentar pun.
Dan gw pun langsung tertidur… lalu dibangunkan lagi keesokan paginya karena Magi-chan dan Cilla tiba-tiba mau ke rumah gw jam 11. Jah, masih ngantuk!
***
Phew, it was tiring, but it was very exciting as well… so it’s all worth it :] Thanks a lot guys, you all rock my socks!
Akhirnya ujian laknat dari sekolah gw selesai juga.
Dan berarti, itulah hari terakhir gw duduk di bangku paling belakang baris kedua dari kanan kelas 9.1 sebagai murid kelas 9. Dengan CH di sebelah kiri gw, Claudya di sebelah kanan, Ocep di depan gw. Kum-kum di sebelah kiri serong depan, dan Cine di sebelah kanan serong depan.
Hari terakhir gw menikmati duduk mendengarkan (?) pelajaran sambil nyoret-nyoret di buku gambar gw di bangku strategis itu, lalu memperlihatkannya dengan bangga pada Kum-kum. Lalu kita bakal ketawa ngakak dan mengomentarinya, dan melanjutkan menggambar hal-hal aneh seperti gurita berkacamata atau Layton berkumis.
Hari terakhir gw bakal ngeliat pagi-pagi Cilla masuk ke kelas dengan stres karena abis belajar dengan menggunakan berbagai macam Mind Map dan taktik menghafal, dan bisa ngeliat dia berkreasi dengan coret-coretannya di atas kertas untuk menghiasi file dan kertas project.
Hari terakhir gw bakal pegang buku-buku tebel terkutuk kelas 9 yang udah gw coret-coret nggak karuan dan telah mengalami berbagai macam petualangan bersama (?).
Hari terakhir gw bisa mengalami rasanya sekelas dengan semua orang-orang aneh di kelas 9.1 ini.
Ada Magi-chan, ada Jelita, ada Fio, ada Cellin, ada Claudya, Kum-kum dan Cilla. Dari kelas sebelah ada Sella, Gijo, Pammy, dan teman lebay kita tercinta Nikol. Lalu ada berbagai orang-orang ajaib unik lainnya dengan berbagai macam kepribadian.
Ada yang baik. Ada yang kadang-kadang terlalu baik. Ada yang pinter abis. Ada yang rajin. Ada yang lebay. Ada yang suka nantangin orang. Ada yang usil. Ada yang narsis. Ada yang nyolot. Ada lagi yang NYOLOT. Ada yang sok tau. Ada yang pendiem. Ada yang bawel. Ada yang nggak bisa bahasa Indonesia
Ada yang tukang tidur di kelas. Ada yang suka nyontek. Ada yang bocor. Ada yang lagi mesra-mesraan. Ada yang cabul. Ada yang alim. Ada yang makannya rakus. Ada manusia. Nggak ada monyet. Ya iya lah.
Justru perbedaan-perbedaan itulah yang bikin pengalaman gw di year 9 ini penuh warna dan seru.
Makasih buat temen-temen semua yang sudi (?) menjadi temen dari orang aneh bernama Chelle ini, dan semoga sukses buat Year 10 dan seterusnya! :]
***
Part Two: Farewell Party!
A graduation and farewell is nothing without parties, and we all know that we, youngsters, love to party. Oh yeah.
Sepulang sekolah, ada latihan gladikotor buat acara pengucapan syukur. Semua berjalan dengan lancar, sampai tiba-tiba kepsek gw maju ke depan dan mencak-mencak kayak cicak marah-marah. Mengapa? Bukan, bukan karena satu angkatan gak ada yang lulus UAN. Dan bukan, bukan karena dia nggak mau kita seneng-seneng. Dan bukan, bukan karena ada seseorang nyuri kolornya dia. Bukan!
Dia ngamuk karena dia ngeliat beberapa murid nyoret-nyoret baju mereka. Mereka langsung ditahan selesai latihan trus diceramahi panjang lebar. Alhasil, baju-baju seragam penuh coretan yang tadinya mau disimpan sebagai kenangan malah disita oleh guru-guru. Murid-murid dipaksa ganti baju bebas, pinjem dari temen, ato beli baru. Buset deh.
Sebenernya itu bukan urusan gw, tapi masalahnya, Nikol dan Gijo juga ikut-ikutan coret-coret baju. Jadi kita nggak bisa meluncur jalan-jalan tanpa mereka begitu aja. Tapi setelah tau kalo Gijo ada mobil, kita pun menghela nafas lega dan langsung cabut.
Hari itu kita pergi buat ngerayain kebebasan, sekaligus merayakan ultahnya Fio, Celin, dan Gijo. Gw berangkat bareng-bareng Fio, Magi-chan, Kum-kum dan Cellin.
Di lantai bawah, tiba-tiba kita melihat suatu sosok yang tampak janggal… yaitu Riki. Lho? Ngapain nih anak di sini? Bukannya harusnya dia berangkat sama yang laen-laen ya?! Oh, usut punya usut, ternyata dia ditinggal. Kami berlima sebagai para anak-anak berbudi pekerti luhur yang baik akhirnya merelakan untuk mengajaknya ikut serta.
Now, this is the weird part.
Mobil Cilla berangkat barengan sama mobil Magi-chan yang gw tumpangi. Tapi entah karena supirnya pembalap atau mobilnya bisa terbang, dia nyampe jauh lebih cepet dari mobil kita! Lalu mobil Gijo yang berangkat jauh setelah mobil Magi-chan, juga tiba lebih dulu. Nah loh?! Ada apa dengan mobil Magi-chan?! Atau mungkin pertanyaan yang tepat, ada apa dengan mobil mereka?! Jengjengjengjeng…
Singkat cerita, setelah muter-muter dengan penuh ketidakyakinan apakah ini jalan yang tepat atau bukan, mobil kami tiba juga di tempat tujuan dengan selamat sentosa. Kum-kum dan Fio langsung meloncat keluar dari mobil karena kaki mereka kram dan pegel-pegel.
Sang bintang utama pesta hari ini (baca: Fio, karena dia yang traktir dan bukan karena ini perayaan ultahnya) malah datang paling telat bersama kami. Di Pizza Hut, semua dah datang dengan lengkap kecuali kami. Well, nggak sih, para cowok-cowok dan beberapa orang lain lagi keluyuran nggak jelas maen game di XXI dan gak keluar-keluar lagi (Kedengerannya kok jadi kayak rumah setan gitu ya? Haha).
Yes people, we’re making another disaster at another Pizza Hut by celebrating another person’s birthday there!
Berhubung kali ini yang diundang orangnya banyak, so pasti kita jauh lebih ribut. JAUH. Lima meja kecil yang digabung jadi panjaaang banget yang terletak di paling depan Pizza Hut langsung terisi penuh.
Waktu acara makan-makan, ada dua orang geje yang melakukan hal geje, yaitu… staring contest. Kedua kontestan geje itu adalah Daniel dan Moses. *drumrolls, please* Mereka nggak berkedip sambil tatap-tapaan (komentar Gijo: "kayak orang gay lagi saling mengagumi tampang satu sama lain tau gak sih…") selama hampir 20 menit. Parahnya, sampe saking lamanya nahan kedip, dua-duanya sampe nangis!
Kita para penonton langsung mengambil kesempatan ini untuk foto-foto. Waktu Cellin mau foto aksi Daniel melek dengan muka merah sok serius sambil nangis-nangis, dia ketauan dan Daniel langsung ngambil hapenya. Gijo dan gw berusaha mengganggu dengan mengibas-ngibaskan ‘pedang’ balon di depan mata mereka.
Tadinya gw mau bikin acara ‘parade topi balon’ seperti waktu ultah gw, tapi ternyata mbaknya gak sempet bikinin 17 topi balon. Lalu Cilla juga ngomong, "Hello guys… ini tuh mall berkelas! Tolong tahu malu sedikit dong bo!" <- padahal orang ini juga nggak tau malu.
Setelah acara makan-makan, kita pun pergi bowling.
Ternyata pada nggak terlalu bisa main bowling, jadi sedikit banyak ada kekacauan. Contohnya AA melempar bola dan nyasar ke line sebelah dengan sukses, Dino dengan bola pinknya (kata Cilla: "Jangan ngejek bola pink dong! Gw pake itu strike lho! Dua kali lagi!"), Nikol dengan gayanya saat melempar bola sambil mengangkat satu kaki tinggi-tinggi, dan lain-lainnya.
Gw? Sebagai orang dengan kemampuan olahraga jauh di bawah rata-rata yang masih sayang duit nggak ikutan main bowling dan malah foto-fotoin mereka bersama Cellin. Di situ juga kita ketemu sama grupnya Bawang, ceweknya, dan temen-temennya.
Sebagai acara puncak, kita pergi nonton. Film yang tersedia (?) ada Crank, X-Men, Over Her Dead Body, Solstice, Knowing, The International, sama Four Christmases. Gw inget kalo masih ada yang lain, tapi gw lupa apa. Masalahnya terletak pada film apa yang mau ditonton.
Cilla: Gw mau nonton CRANK!
Gw: Gara-gara ada si aktor itu ya jadi tokoh utama… sapa sih namanya, si botak dari Death Race?
Cilla: *langsung marah-marah*
Yang lain: Ih, pada gak mau nonton Crank ah… Kalo ampe nonton itu, gw sama sekali gak mau ikut! Blablabla…
Fio: Over Her Dead Body aja!
Cowok-cowok: *ngeliatin dengan tatapan cengo* …gak ada film lain?
Tapi singkat cerita, akhirnya kita nonton Over Her Dead Body. Kita memblokir barisan paling belakang tengah, tiga bangku di bagian kiri baris depannya, dan tiga bangku di bagian kanan baris depannya. Sepasang bapak ibu duduk dengan mesra di antara keenam orang itu.
Filmnya lumayan menarik sih, biarpun rada geje dan plotnya rada konyol gitu, haha.
Akhirnya setelah nonton, satu persatu pada pulang. Dari sinilah petualangan geje sesungguhnya dimulai. Jrengjrengjreng…
*bersambung ah, capek ngetiknya ;P*