Teman-teman, saya sudah pulang kembali dari Bali! Gimana kabar kalian nih? Kangen ngepost nih, hehe…
Selama 5 hari 4 malam ini, banyak hal yang terjadi. Tapi gw baru bakal ngepost detailnya besok aja yaaaa, hehe. Sementara ini beberapa ‘preview‘ dari berbagai kekacauan kejadian yang dilakukan oleh gerombolan walking disaster yaitu gw dan teman-teman:
- Makan lobster di tengah kegelapan malam
- Adegan pengusiran secara tidak hormat
- Seseorang kehilangan kunci kopernya yang sudah digembok… dan usut punya usut, kunci itu ada di dalam koper itu sendiri!
- Ditegur tamu domestik dan internasional
- ‘Hide-and-seek’ di Waterbom (perhatikan tanda kutipnya, bukan beneran main petak umpet maksudnya)
- Mengajak bule berjoget dan bernyanyi ‘Twinkle Twinkle Little Star’ di pinggir pantai Kuta
- Jalan muter-muter dari Waterbom sampai nan jauh melewati Legian dan sempat hampir nyasar dan gak bisa pulang
- Mengajak bule dan ibu-ibu penjual minuman untuk melakukan senam pagi yang menyehatkan jiwa dan raga
- Tidur massal di dalam kapal
- Ngerusuh di dalam kapal selam
- Nggak bisa tidur sampai jam setengah tiga gara-gara terus diganggu seseorang
- Baju-baju yang dicoret-coret dan disita telah dikembalikan!
- Pergi rafting. Seseorang terus dengan ribut berteriak "Maju! Maju! Semangat!" padahal dia sendiri nggak banyak mendayung. Oh, dan seseorang sempat kehilangan dayungnya.
- Seseorang makan sayur lalu kepedasan sampai hampir nangis.
- Ada TLC! Huahahahaha. (yang tau paling cuma magi-chan sella dkk, jadi silakan kacangi saja bagian ini)
- …dan lain-lain.
Dan lewat perjalanan ini, gw mendapat beberapa pelajaran berharga dalam hidup (halah, bahasanya!) seperti:
- Kita harus bisa beradaptasi dengan lingkungan di sekitar kita, karena orang lain tidak selalu mau berubah hanya demi memuaskan keinginan kita.
- Orang itu bermacam-macam dan berbeda-beda pemikirannya, jadi kita harus memaklumi perbedaan tersebut. Some people just won’t change, so don’t bother criticizing them behind their backs.
- Not all strangers are dangerous. Kita sering dihantui oleh berbagai cerita kriminal dan peringatan dari media, tapi sebenarnya terkadang ada orang-orang yang tidak kita kenal yang malah rela berbuat banyak untuk membantu kita.
- Kita harus belajar untuk bergaul dengan orang-orang di luar ‘kelompok’ kita, karena kita nggak selalu bisa bersama mereka. Dan terkadang kita sebenarnya nggak tahu banyak tentang orang-orang dari ‘kelompok’ kita yang malah sering bersama kita.
Now to the more un-important things…
- Sayangilah suara anda. Ketika suara anda serak
-serak basah dan jadi terdengar seksibarulah kita menyadari kita membutuhkan suara kita yang biasanya.- Gw baru nyadar kalo bulu mata gw tuh panjang. Dan gw menyadari ini gara-gara dipakein… maskara. Yes, you didn’t hear it wrong guys. Tolong maklumi orang norak yang hampir gak pernah dandan ini.
- Jangan pernah meminjamkan kartu anda pada babi. Anda pasti akan menyesal.
- Berhati-hatilah saat tidur di dalam kendaraan umum seperti bis atau kapal, karena dapat menghidupkan jiwa-jiwa usil orang di sekitar anda.
- Ada orang yang menilai penampilan lawan jenis lewat wajah, pakaian, rambut, atau tingkah lakunya. Ternyata ada juga yang menilai lewat betis dan penempatan bagian-bagian wajah. (Kalau ada yang menganggap kalimat barusan nggak jelas, lewati saja)
- Saat menaruh sandal anda di tepi pantai, letakkan yang jauh dan perhatikan baik-baik. Bisa saja tiba-tiba dia terbawa arus atau dibawa lari orang usil.
- Kerang semakin susah dicari… T^T
- Sepatu high heels ternyata bisa punya kegunaan lain: buat gebuk anjing!
- Last but not least… kenarsisan ternyata memang tidak memandang tempat, waktu, dan usia. *ketawa setan ala Sella, Jacq, dan Hilly: muhahahaha!*
Udah ah, geje banget sih, huahahaha. See ya tomorrow for details! xP





