May 24, 2009

The Odong Days… [Part 2]

Filed under: Daily Moments

   …Sedikit main-main dulu karena gw lagi bosan.

1. Open up your media player or winamp or ipod or whatever, set it to shuffle.
2. Skip through the first 25 songs and list them.
3. Add "in my pants" to the end of each song title.
4. Bold your favorites.

  1. Sail On… in my pants
  2. Storm and Fire… in my pants (that’s got to hurt a lot…)
  3. When I’m gone… in my pants
  4. Going on a Safari… in my pants (lolwhut XD)
  5. Pushing Me Away… in my pants
  6. You Belong With Me… in my pants (…this sounds wrong)
  7. Beautiful World… in my pants (o_0)
  8. Tell Me Why… in my pants
  9. Breathing… in my pants
  10. If I Can’t be Yours… in my pants
  11. Move Along… in my pants
  12. Butterfly… in my pants (what’s a butterfly doing in my pants zomg)
  13. My Heart Will Go On… in my pants (…epic, just epic.)
  14. Should’ve Said No… in my pants
  15. That’s What You Get… in my pants (…and what’s that?)
  16. The Way You Look at Me… in my pants
  17. Papercut… in my pants
  18. Hey Stephen… in my pants (why Taylor Swift songs keep on appearing… in my pants)
  19. Beautiful Girl… in my pants
  20. Can’t Take My Eyes off of You… in my pants (…)
  21. Count Your Last Blessings… in my pants
  22. Let the Flames Begin… in my pants (D: NO)
  23. Heal the World… in my pants
  24. Memories… in my pants
  25. On My Own… in my pants (lol)

   Okay, kayaknya cukup keliatan ya betapa bosennya gw? xD Mari kita mulai… The Odong Days 2, petualangan Chelle dan para walking disaster untuk menghancurkan menggemparkan berheboh ria di Bali!

   Sebelum itu, teman saya Sella ingin menegaskan bahwa yang memulai trend menggunakan kata-kata "Odong" adalah dia. Oke, Sella, dengan ini anda resmi jadi ‘Queen of the Odongs, Kedondongs, and Pusar Bodongs’. Selamat! :P

Wake Me Up… When Morning Call Ends

   Oh ya, kemarin gw lupa bilang satu lagi gangguan gw sebelum tidur. Setelah menghabiskan satu rol tisu dan mengganggu gw, akhirnya Cilla capek sendiri dan pergi tidur. Tapi baru saja beberapa detik gw memejamkan mata, dia balik lagi.

   "Chelle… matiin lampunya gimana yah?"

   Aaaarrggghh… susah ya orang cakep mo tidur, digangguin mulu! Mana Magi-chan tidurnya gak suka gelap-gelap lagi, gw jadi tambah susah tidur. Jadi setelah memastikan dia sudah dengan sukses berangkat ke alam mimpi karena dibawa terlelap lebih dalam lagi karena tepuk tangan penonton, gw langsung matiin lampunya. Nah, gelap gini kan enak buat tidur. Now, I’m officially free to go to the land of dreams! Muahahaha!

  Akhirnya gw pun tertidur dan pagi pun tiba. Telepon sialan itu berbunyi, menandakan bahwa gw harus segera bangun. Setelah di-’poke’ dan ditoel-toel oleh Cilla, gw tidur lagi dan menggeliat-menggeliat nggak jelas sebentar di ranjang, lalu bangun juga.

   Gw ngeliat jam tangan. Oh, dari tadi masih jam 6 juga?

   Tunggu sebentar.

   Tunggu.

   …JAM GW KAN WAKTU INDONESIA BAGIAN BARAT?! 

   Which means… di Bali jam 7 pagi!! Gw telat bangun satu jam! Gw langsung tereak, "MAGI-CHAN!" tapi dia nggak merespon. Gw langsung beres-beres duluan untuk siap-siap makan breakfast gratis. Gak mau rugi dong ah!

   Waktu turun, kita ngikutin beberapa orang karena kita nggak tau restorannya di mana. Tapi dasar odong, ternyata mereka juga kagak tau jalan… Kita malah nongol-nongol di lobi deket pintu masuk hotel. No restaurants at sight! Dasar geblek nih orang-orang.

   Habis nanya-nanya resepsionis, barulah kita tau kalo tadi kita salah belok. Jah…

Adegan Pengusiran Secara Tidak Hormat… Again

   Yeah, shit happens… again. Mari kita tidak bicarakan bagian ini karena bikin malu. Tapi tenang, kali ini nggak ada hubungannya dengan spesies MPDWJ (Mbak Penjual Dengan Wajah Judes) atau Pasar Sukowati.

   Sedikit petunjuk: ada hubungannya dengan bis. Dan gara-gara ini gw sama Sella jadi males makan abon oon telepon jojon bon. Oke deh, selamat berimajinasi!

Waterbom Gedebom!

   Ini dia tempat rusuh selanjutnya: Waterbom, baby!

   Jelita dan beberapa orang lain nggak berenang, jadi kami mempercayakan kunci loker berisi barang-barang pada mereka. Gw dan Jelita ngeloyor duluan ke kolam, sementara yang lain jalannya kayak putri solo pake enggrang di belakang leletnya.

   Oh ya, pada hari itu gw dan Kum-kum dan Bryna kembaran pakai baju "I Love Bali" lho. (<- …pentingkah?)

   Kita pun muter-muter naik ban-ban gede lewatin Lazy River, lalu nyobain berbagai macam slide yang ada. Miss Mery, guru geografi kami yang juga merangkap sebagai guru olahraga sejarah, ternyata gaul dan ikut berenang juga lho! Guru-guru lain juga udah pada asyik naik-turun slide ini-itu.

   Di tengah semua kesenangan itu, sempat terjadi sebuah kecelakaan. Kum-kum terjatuh dari atas bukit sejauh mata kumemandang dan kakinya terluka. Sebagai seorang dengan nama sama, Gijo akhirnya menemaninya ke First Aid.

   Waktu naik Boomerang Slide (lupa nama slidenya apa, tapi seinget gw pokoknya ada boomerang-boomerangnya), kita ngeliatin orang-orang waktu ngantrii dan menyadari sesuatu… Kok pada nggak teriak sih? Gak seru amat! Capek-capek naik ginian kerjaannya cuma buat mingkem dan jaim doang?

   Kami pun memutuskan …Let us show you how it’s supposed to work!

   Gw dan yang lain jadinya mengadakan lomba tereak-tereak. (Oke, pada saat itu kami masih belum tau nasib buruk yang akan merenggut suara-suara indah kami keesokan harinya.)

   Baru meluncur dari slide beberapa detik, kita udah tereak-tereak nggak karuan kayak kambing mau disembelih lalu diguling-gulingin dari atas bukit menuju jurang terjal yang di bawahnya ada paku-paku tajam beracun (…uh, maksudnya apa ya? Jangan dipikirkan XD).

   Magi-chan dan Sella malahan sempet nyanyi-nyanyi sepanjang slide. "C A Minor D Minor ke G… Ke C lagiii… AAAAAA!!!!!" (setelah itu slide langsung meluncur tajam, nggak sempet nyebut ‘Minor’nya lagi). Tepatnya sih, menurut kesaksian Sella: "Tptnya gw sndri, magi blkngnya doang".

   Setelah asyik berenang-renang dan berusuh ria, kami pun balik ke kamar mandi… buat mandi lah ya, masa buat joget. Tapi gw, Magi-chan dan Cilla menemukan suatu fakta mengerikan…

   Jelita nggak ada. Sang pemegang kunci loker kita hilang!

   Kita muter-muter sambil kedinginan tanpa duit, minum, dan sendal. Tragis banget. Setelah muter entah berapa lama dan sempat refreshing dengan main pingpong dengan Grace dan Eveline, akhirnya kita menemukan Jelita… lagi asyik moto-motoin para mahkluk narsis di pinggir kolam yang ada ember gedenya yang bisa kebalik itu.

   "Ehhh… lu pada ke mana ajaa… dari tadi gw cariin…" katanya.

   Harusnya gw yang ngomong itu!! Aaaargh… Untuk melampiaskan amarah, gw pun langsung nyempil di antara mahkluk-mahkluk narsis yang lagi asyik dengan kamera waterproof-nya Nikol. Dengan kamera waterproof ini, kenarsisan semakin tidak lagi mengenal tempat dan waktu. Cuma harus hati-hati aja biar kameranya gak kebawa arus… seperti kamera seorang guru. Nyahahaha.

Kuta Oh-So-Amazing Race

   Setelah kaki sudah hampir hancur karena naik-naik tangga dan muter-muter di Waterbom, ternyata penyiksaan tidak terhenti di sana. Masih ada satu permainan yang telah disediakan oleh guru-guru… Kuta Oh-So-Amazing Race.

   Jadi, tiap kelompok dikasih satu list berbagai barang dan hal yang harus mereka cari di daerah situ dalam waktu 2 jam. Dan setiap kelompok hanya disediakan uang 100 ribu. Dalam list itu ada berbagai hal tolol seperti "foto makan lobster" atau "foto cowok pakai bikini". Waktu ngeliat kita cuma bisa cengo sebentar… mau nyari di mana hal-hal ini cobaaa?!

Tur Lider: Ini list kelompok kalian?
Claudy: Iya, pak!
Tur Lider: …Yakin mau cewek semua? Ini permainan berat lho!

   Wah, langsung menggoyahkan iman gitu ucapannya! Kita langsung ngeliat satu sama lain dengan bingung. Rencananya mau nyelipin satu-dua ekor cowok di kelompok kami, tapi ternyata repot ngatur kelompoknya. Akhir-akhirnya, jadilah kelompok kami tetap cewek semua. Akan kami tunjukkan… Girl Power! Muahahaha!

   Akhirnya, lomba dimulai. Kami mengisi list hal-hal nyeleneh itu dengan cara yang nyeleneh pula, beberapa super maksa abis. Dan target kami: tidak menggunakan uang yang diberikan sedikit pun! Jadilah begini solusi kami…

"Cari 10 minuman botol dengan merk berbeda-beda"

   Gw, Gijo, dan Kum-Kum harus ngais-ngais tempat sampah demi ini. Pertama kita nggak nyadar ada tulisan "botol"nya, jadi kita ngambil minuman kotak juga. Lalu kita sempet minta ke petugas sampah juga.

   Belum lagi kantong plastiknya sempet ‘ngilang’ waktu kita tinggal sebentar. Usut punya usut, kantong sampah berisi botol-botol dan kotak-kotak itu dibawa seorang tukang sampah ke tempat sampah gara-gara dikira itu sampah yang nggak dibutuhkan. (Hitung deh ada berapa kata sampah di kalimat sebelumnya :P )

   Beberapa teman kami sampai harus menanggung malu diejek-ejek orang lewat gara-gara bermata garis-garis mengais-ngais sampah. Tapi tenanglah teman-teman, perjuangan kalian worth it!

Foto Naik Motor Harley Terkeren

   …Kita nggak tau itu beneran motor Harley atau bukan, tapi daripada nggak ada mending difoto aja deh. Dan kita juga nggak tau itu keren atau bukan. Karena diliatin mbak-mbak penjaga tokonya, kita gak boleh foto sambil bener-bener naikin tuh motor.

Foto Sama Banci Keren dan Keluarga Bahagia

   Di tengah mal kami dengan desperet mencari banci keren, lalu ketemulah sepasang pria yang sedang berjalan… dengan gaya yang ‘aduhai’. Bryna dan Nikol langsung melesat menemui mereka untuk diajak foto.

   "Sir, can we take a picture with you? We’re given a task to take a picture with a transgender…" <- yang pasti ngomongnya bukan begini lho. Gw juga nggak tau tepatnya mereka bilang apa, tapi intinya mereka berhasil foto.

   Karena kata guru gw banci-banci itu nggak keren, akhirnya kami memotret guru itu dan memperlihatkan foto dirinya sendiri padanya. "Ini dia pak, banci kerennya… Jauh lebih keren kan?" Ia langsung berdalih bahwa ia memang keren, tapi bukan banci. Kami hanya menatap dengan wajah penuh tanya. Benarkah…? XD

   Lalu mereka juga berhasil foto dengan keluarga bule bahagia. Di foto itu mereka berdua keliatan seperti anak buangan keluarga itu karena perbedaan ukuran tubuh yang besar.

Video Mengajak Orang Menari dan Menyanyi di Pantai Kuta
Video Mengajak Bule ‘Senam Pagi Sehat’
Video Membantu Pedagang Berjualan

   …Oke, ini dia yang paling malu-maluin. Kelompok kami merekam 3 video, dan tragisnya… gw dan Sella selalu muncul di setiap video tersebut. Aaaa!!!

   Yang pertama kami rekam adalah video ’senam pagi sehat’. Dengan bantuan seorang bapak-bapak bule dan ibu-ibu penjual yang tidak akan kami lupakan jasanya, kami berhasil merekam video itu. Bryna berdiri di barisan depan untuk memimpin senam kami. "One two three four five six seven eight… morning exercise, healthy for everyone!" Anak si bapak bule itu cuma bisa ngeliatin dengan tatapan penuh iba pada ayahnya.

   Ternyata bule-bule itu baik ya. *halah!* Karena yang ngebantu kita ngerekam video-video bodoh ini adalah semuanya bule. Mereka dengan senang hati rela membantu kami dan muncul dalam video tanpa malu-malu atau curiga dengan maksud kami, padahal mereka nggak kenal kami. Bahkan sampai akhirnya, kami nggak mengetahui nama satu sama lain.

   Bapak-bapak bule yang tadi juga membantu kami dalam video ‘membantu pedagang berjualan’. Ia berperan sebagai bapak-bapak kehausan yang numpang lewat dan membeli minuman di pedagang yang kami bantu. Oh ya, sekedar info, bule ini jago ngomong Indo lho! "Saya mau beli hot dog dan burger… Apa? Tidak ada? Kalau begitu, saya mau beli air putih…"

   Di dalam syuting video ini, Sella menemukan bakat terpendamnya untuk menjual minuman.

   Lalu, terakhir, adalah video menyanyi dan menari di pinggir pantai Kuta. Pertama-tama kami mengajak seorang ibu-ibu yang sedang bermain dengan kedua anaknya. Tapi tiba-tiba saja, seorang bule menghampiri kami. Ia mengira kami ingin berfoto, dan ia menawarkan diri untuk memotretkan kami.

   Kami pun berkata, "No… no… we want YOU to join us… we want to record a video of people dancing and singing on the Kuta beach…"

   Dia sempat ragu, tapi setelah kami bermohon-mohon akhirnya dia mau juga. Sekarang, dilemanya adalah, lagu apa yang bisa dinyanyikan? Yang pasti kan bule Australia ini nggak tau lagu Laskar Pelangi, Pelangi Pelangi, Kopi Dangdut, dan Lupa Lupa Ingat.

   Singkat cerita, kami memilih lagu universal yang begitu indah dan terkenal… Twinkle Twinkle Little Star. Lalu tariannya? Jangan tanya, nggak jelas banget! xP

 

   Thank you Mr.Bule who did the morning exercise with us and Ms.Bule who danced and sang with us! If you aren’t there, those videos won’t be recorded, and we won’t win this competition! :D *berharap para bule itu membaca blog ini… bwakaka*

Foto Dengan 10 Orang Dengan Baju Adat

   Ini sih udah banyak yang maksa. Foto dengan manekin, poster, iklan, dan patung… pokoknya asal ada baju adat, foto aja deh! Lalu kita juga foto mas-mas yang naik kendaraan umum sambil pake baju adat. Sella juga harus berkorban sedikit untuk berfoto berdua dengan mas-mas baju adat di hotel Ramayana.


Maaf ya, fotonya candid!

Foto Makan Lobster dan Berperan Sebagai Tom Hanks

   Kali ini, Hilly-lah yang berkorban. Foto mulutnya dengan sebuah pamflet restoran dengan gambar lobster harus dipublikasikan. (Iya, emang maksa. Tapi kita kan nggak punya cukup duit buat beli lobster beneran?)

   Untuk foto berperan sebagai Tom Hanks, Claudy merelakan dirinya jadi korban. Kita nggak tau ternyata di suatu pelosok daerah emang ada tempat foto dengan props ala Tom Hanks, jadi ya kita cari alternatif lain. Claudy pun pergi ke toko DVD, lalu berfoto dengan DVD Da Vinci’s Code dengan ekspresi menatap ke depan sok serius mengikuti wajah Tom Hanks di covernya. Foto ini selalu bikin gw ngakak tiap kali ngeliatnya.


Kira-kira ekpresi seperti inilah…

Foto Satu Ekor Babi Guling

   Ini dia yang paling maksa. Beginilah cara kami mendapatkannya:

Step one: Gambarlah ekor babi di atas kertas. (Biarpun malah jadinya kayak makaroni gitu sih, tapi peduli amat)

Step two: Remes-remes itu kertas biar jadi bulet dan gampang digulingin.

Step three: Gulingkan kertas dengan gambar ekor babi itu yang jauh. Jadilah, satu ekor babi guling.

Makeover?

   Claudy ternyata bawa make-up! Kita langsung kesenengan karena ini dapat mempermudah proses makeover. Sekarang pertanyaannya satu… siapakah yang mau di-makeover?? Magi-chan langsung nunjuk gw, tapi gw menolak mentah-mentah dan matang-matang. Akhirnya, korban kami untuk yang ini adalah… Nikol, sang teman lebay kita tercinta dengan mata garis-garis kayak orang nangis habis makan kubis.

   Nikol pun dikepang dua, pakai kacamata hitam, dan dimake-up super menor dan gak jelas maksudnya. Well, biarin lah, makeover kan yang penting ‘mengubah’ seseorang, tapi nggak selalu jadinya lebih bagus kan? :P

Tato Unik Untuk Satu Grup

   Langkah desperate ini dilakukan di menit-menit terakhir. Hilly dengan bakat artistiknya mengambil sebuah pen dan menggambar-gambar tato di tangan kami masing-masing. Bentuknya abstrak dan nggak jelas gitu sih, gw aja nggak ngerti yang di tangan gw gambar apaan. Matahari? Babi? Kue rol? Entahlah, jiwa seniman memang sulit dimengerti.

   Setelah berbagai macam kegilaan tolol itu, kita ngeliat bahwa kelompok lain jauh lebih lengkap listnya daripada kami. Kami pun langsung lemes. Udah capek-capek begini dengan segala macam pengorbanan, masa kalah begitu aja??

   Tapi pada malam farewell di hari keempat, kami pun melihat sekerjap sinar harapan bagai sang surya menyinari dunia…

   Kelompok kami menang. Juara satu.

   JUARA SATU! Can you believe it? Dengan segala pemaksaan dan ketololan itu, mengalahkan orang-orang lain yang dengan sukses menemukan cowok berbikini (well, bukan menemukan juga sih…) dan pelukan dengan sumo. Kita semua langsung tersenyum bangga dan berpelukan bagai Teletubbies. Yahooo!!!

That Night, a Legend is Born…

   Pada malam itu, lahirlah sebuat kalimat legendaris dari Claudy: "Apa lu liat-liat, mata lu bulat-bulat" yang tercatat dalam kertas ini.


Tulisan di kertas itu: "Hotel hotel hotel apa apa apa dia dia dia pacaran pacaran pacaran gw pernah nginep di restoran hotel ini… Apa lu liat-liat mata lu bulat-bulat" (…Hanya Claudy-lah yang mengerti kenapa dia menuliskan hal-hal tersebut.)

   Dan malam itu juga, Nikol sempat berlebay ria dan tidak sengaja malah merusak properti hotel. Ups…

 

Sepertinya Nikol tidak punya hubungan baik dengan gorden, deh.

   Karena kita pada capek banget, akhirnya gw dan Magi-chan ketiduran di kamar dengan TV masih nyala dan menayangkan acara Master Mentalist.

   …Maaf ya, Deddy.