Kerjain PR dulu aaaahhh… Ini ada beberapa award, silahkan diambil buat yang mau, silahkan silahkan, dipilih dipilihhh…
***
1. 5 things found in my bag:
* handphone
* wallet
* earphone
* drink
* glasses case
2. 5 things found in my purse:
* money
* photos
* bills
* movie tickets
* random cards (timezone, member of this and that, student ID, etc.)
3. 5 favourite things in my room:
* MAH LAPTOP
* my beloved Snoopy dolls collection
* my bed and pillows!
* sketchbooks and my favorite pencil
* radio tape (or whatever it’s called)
4. 5 thing I always wanted to do:
* travel to new, exciting places
* read more books
* improve my artworks
* become a better person.
* …control my damned temper!
5. 5 things I currently into:
* twitter-ing
* facebook
* chatting
* listening to music
* sleeping early (WHYYYY OH WHYYY)
The person who inspired you now is: I don’t know who to mention at the moment.
Your five impression of him:


Rules :
1. Letakkan logo ini kedalam blog atau postingan.
2. Tag 10 orang teman untuk mengambil award ini.
3. Jangan lupa untuk membuat link ke web atau blog milik temanmu.
4. Biarkan mereka tahu bahwa mereka telah menerima penghargaan ini dengan memberikan komentar di blog mereka.
5. Berbagi link ke posting ini dan kepada mereka yang mendapatkan award.


Rules:
1. Put these awards into your blog
2. Tag 10 friends
3. Links those friends
4. Tell them about these awards
5. Share this link to others and to whom these awards tagged
***
Oke, sekian intro-nya, sekarang mari kita masuk ke ‘main course’-nya… Presenting you, Odong Days Part 3, perjalanan Chelle dan para Walking Disaster di Bali!
Who Let the Keys In?
Pagi-pagi, kamar kami kembali digemparkan oleh Cilla. Saat gw masih ngantuk-ngantukan, dia udah tereak-tereak kepanikan. Kira-kira ada apakah gerangan?
a) dia kepeleset di kamar mandi gara-gara ngeliat ulat di wastafel
b) kita semua telat bangun dan bisnya sudah berangkat
c) bantal di sebelahnya berubah jadi babi pocong
d) semua salah
Oke, jawabannya (D). Karena kemarin kita bangun jam 7 masih keburu buat breakfast dan segala macamnya, jadi kita udah dengan pede berpikir "oh, bangun jam 7 masih keburu kok! Jadi gak usah terlalu buru-buru bangunnya…"
Jadi, kenapakah Cilla berteriak panik?
- Bayangkan koper anda dikunci oleh sebuah gembok.
- Sebuah gembok membutuhkan kunci, bukan?
- Anda menutup gembok itu, dan mencari kuncinya untuk disimpan.
- Kunci itu tidak ada.
- Selidik punya selidik, kunci itu ada di dalam koper tersebut yang sekarang tidak bisa dibuka lagi.
Well, itulah yang terjadi.
Gw dan Magi-chan sebagai teman yang baik pun langsung ngakak. Bahkan omanya Cilla sampe ngakak kenceng juga lho waktu ditelpon! Tapi untung aja nyokapnya dia sepertinya udah punya pengelihatan hal ini bakal terjadi, dan sudah menyediakan gembok serep. Yaaay!
And My Heart Will Go Ooooon… (Wait, This Isn’t Titanic!)
Hari ini acara utama kita adalah Lembongan Island Tour. Kami semua naik ke sebuah kapal untuk dibawa ke pulau Lembongan dalam perjalanan sekitar satu jam. Pertama-tama kami sudah diperingati tentang mabuk laut dan segala macamnya, tapi gw cuma mikir, "Ah, seinget gw dulu naik kapal gapapa… kali ini juga pasti gak masalah lah!"
Gw lupa yang dulu gw naikin itu tuh kapal pesiar yang jauh lebih besar dan stabil, dan di kapal juga kerjaan gw tidur mulu. Dan lagipula, gw naik kapal itu tuh udah bertahun-tahun yang lalu.
Kapal baru berjalan beberapa menit, gw udah mulai puyeng-puyeng karena goncangan kapalnya yang maknyus… Cilla, Magi-chan, Sella, dan yang lain-lain lagi asyik main kartu balap kuda dengan gaya ala bandar di kasino versus encim-encim pejudi. Saking serunya main (yang sampe teriak-teriak tanpa memperdulikan tatapan sinis penumpang lain) mereka tidak terlalu peduli dengan goncangan mantap dari si kapal.
Gw pun pindah ke lantai atas dengan beberapa temen yang lain, dan ternyata di lantai atas lebih sepi dan kursinya lebih enak. Biarpun pusing-pusing, jiwa narsis tidak mati semudah itu. Kita foto-foto dulu di luar sebentar, baru masuk ke dalam. Melihat sofa-sofa yang tampak mengundang orang ngantuk, gw pun langsung memblokir daerah tempat duduk beberapa orang sekaligus dan mencari posisi paling pewe buat tidur.
Gw membaringkan diri di atas sofa itu dengan tas gw sebagai alas kepala. Kapal masih terus berguncang diayun-ayun oleh ombak. Band di luar memainkan lagu "I Will Survive" dengan ribut, tapi gw nggak terlalu peduli. Langitnya biru (ya iya lah masa ijo), dan hampir nggak ada awan. Dan mataharinya silau banget.
Lama-lama, gw rasanya makin ngantuk. Beberapa saat kemudian, gw pun tertidur dengan sukses dinina-bobokan oleh laut.
(PS: Kejadian ini juga terulang waktu perjalanan pulang. Cuma waktu perjalanan pulang, waktu gw bangun gw ngeliat meja-meja di sekitar gw ternyata… jadi rame banget! Gila! Malu banget gw ketiduran di depan merekaaaa… Temen-temen gw juga dengan kejamnya nggak bangunin dengan alasan ‘habis keliatannya lu pules banget sihh, jadi gak tega…’ Aaaahh!!)
Bali, Haiiii… Godain Kita Dong!
Lembongan Island, here we are… Wait, not yet!
Ternyata kami harus pindah naik satu kapal kecil lagi untuk benar-benar tiba di pulau Lembongan itu. Untungnya, karena perjalanan ini nggak terlalu lama gw gak sempet harus memamerkan wajah kyut gw waktu tidur (acara muntah massal dimulai dalam hitungan 1… 2… 4!!) pada para bule-bule di kapal itu.
Pertama-tama, gw dan temen-temen pada mau naik kapal pisang Banana Boat dulu. Mumpung gratis gitu loch! Saat dalam perjalanan di pantai, tiba-tiba gw melihat sesuatu mencuat di antara pasir. Gw pun berhenti sebentar untuk mengambil benda tersebut.
…Sebuah kerang.
Wah, lucky! Soalnya di pantai ini kerangnya lumayan susah dicari, lho. Ato memang lagi nggak musim? Waktu gw balik lagi setelah Banana Boat, malah gw nggak nemu satupun. Adanya batu-batu laut berbentuk eksotis dan nggak jelas dan sampah-sampah yang lebih nggak jelas lagi. Fiuhh… Sempet nemu satu lagi, sih.
Secara keseluruhan, inilah koleksi kerang gw:

Dan inilah dua yang baru gw temukan hari itu:

Well, iya, nggak secantik kerang-kerang yang biasa muncul di buku-buku atau di film sih.
Setelah sempet nulis-nulis di pasir nggak jelas sama Jelita dan sandal gw sempet hampir kebawa ombak (okei, sounds silly… but shit happens, man! Gw kira gw udah naro sandal gw cukup jauh dari air…) temen-temen pada bilang mereka mau naik submarine.
This is the part where I made a stupid choice I’ll regret soon.
Jujur saja, the submarine… well, sucked. Kalo anda berharap sebuah kapal selam yang, uh, benar-benar ‘menyelam’ ke dasar laut dan kita bisa melihat berbagai macam ikan warna-warni dan koral dari kaca jendela, bersiap-siaplah untuk kecewa seperti gw.
Kapal selam itu cuma diem di permukaan atas laut dan muter-muter doang. Kita langsung menengok jauh ke bawah untuk bisa melihat koral dan ikan-ikan… dan itu juga nggak terlalu jelas. Kadang-kadang kita cuma bakal ngeliatin biru-biru doang di luar dengan samar-samar ada sesuatu tapi nggak jelas apaan. Lagu nggak jelas mengalun di dalam kapal selam itu.
Akhirnya gw sama yang lain malah tidur, ngobrol, dan… foto-foto. Long live narcism, itu telah menyelamatkan kami dari kebosanan absolut. Makasih Jelita karena anda membawa hape.
Gara-gara telat keluar, kami nggak kebagian naik kapal yang bakal membawa kami balik ke pulau Lembongan, dan kami harus menunggu kapal selanjutnya. Dan itu lama. buanget. Ugh! Mana ada cokeplet (Sella, Magi, and others, you know what I mean!) pula waktu udah mau berangkat. Perjalanan balik kerasa lama banget.
Dan waktu balik ke sana, yang lain udah pada lagi enak-enak makan. Beberapa abis snorkling, beberapa abis maen-maen air di pantai, beberapa lagi main di kolam… Pokoknya tampak seneng banget deh! Kita yang udah madesu langsung duduk lemas dan makan seadanya. Tapi setelah itu mood gw membaik sih gara-gara ngusilin Nikol di kolam, hihi.
Oh, Crab! (for real, this time)
Malam itu kita pergi ke restoran… Chinese food. Oke, kita kira kita bakal makan di tipikal restoran yang ‘Bali banget’ tapi ternyata nggak. Kita duduk di sebuah meja bundar besar (dengan satu kursi ekstra biar kita ber-11 bisa muat
) seolah-olah mau konferensi meja bundar gitu. Di atas meja ada bagian yang bisa diputar-putar dan di atasnya ada 10 mangkok (tambah satu lagi karena ada orang tambahan). Lalu ada sumpit, cangkir, dan piring. Tipikal chinese food restaurant banget.
Makanan utama malam itu adalah… You guessed it, oh crab - kepiting!
Saat lagi enak-enak makan, tiba-tiba Cilla menggeser bangkunya dan di sinilah sebuah tragedi terjadi. Jari kelingking kaki gw ketiban salah satu kaki kursinya, dan saat itu gw lagi pakai sandal gunung jadi yaa… Nggak ada lapisan yang melindungi jari gw itu. Sakitnya mantap bukan main!
Untung aja gw bawa hansaplast antiseptic junior berwarna kuning dengan gambar binatang-binatang lucu, nyahaha. An-ti-sep-tic ju-ni-or, ju-ni-or, nihh~ (lagu dikarang dan dinyanyikan oleh Cilla dan Chelle)
Lalu Cilla juga ditantang Magi-chan untuk menghabiskan semangkuk penuh sayur. Kalau berhasil, dia bakal dibeliin baju besok. Sebagai pecinta sayur, dia setuju-setuju saja dengan mudah. Tapi ternyata, sayur itu… pedas. Dan Cilla + makanan pedas = big no no, bad combination! Dia langsung kepedasan dan megap-megap nggak jelas. nuang teh aja ampe tumpah-tumpah. Dia sampe kewalahan saat meneguk teh yang masih panas itu. Waduh Cil, maaf ya, kita nggak nyangka lu bakal bener-bener niat buat ngehabisin satu mangkok itu…
Good Night, Sleep Tight
Malam itu, kami tiba juga di hotel kedua yang akan kami tinggali selama perjalanan di Bali itu… Hard Rock Hotel!! *norak mode ON* Setelah foto-foto di depan gitar gede dan sofa dengan latar belakang "All is One" di depan hotel itu, kita langsung ngeloyor masuk, minta kunci kamar, dan bergegas ke kamar masing-masing.
Tapi kali ini, nasib kita nggak sebagus yang kemarin. Kamar gw, Magi-chan, dan Cilla di lantai 2 ujung yang satu. Kamar Hilly dan yang lain di ujung satu lagi. Kamar Jelita, Sella, Nikol di lantai 1. Pokoknya kepisah-pisah deh! Ngerusuh di salah satu kamar pun jadi pilihan yang bikin males karena jarak antar kamar-kamarnya jauh-jauh.
Akhirnya, atas ide Sella, kami pun jalan-jalan aja. Selama beberapa jam kami keliling-keliling dari satu toko ke toko lain, bahkan sampe ngelewatin kuburan segala, hiiyy!! Tapi fakta yang menyedihkan adalah kami nggak belanja terlalu banyak biarpun kaki udah ampe gempor gara-gara kebanyakan jalan. Hiks, belum puas!
Malam itu, gw tidur duluan sementara Cilla dan Magi-chan asyik nonton TV dan ngegosip.





