May 28, 2009

The Odong Days… [Part 5 - END]

Filed under: Daily Moments, Foto

Hard Rock, Rock Hard! Photo Session Time!

   Pagi terakhir di Hard Rock, kita dapat waktu beberapa jam free time. Setelah bangun (dan rambut gw hasil blow kemarin sudah kembali mencuat-cuat kesana kemari seperti biasa) dan breakfast (…chocolate milknya enak lho!), kita pun pergi untuk… berfoto-foto. Berbekalkan kamera dan handphone, kita pun berkeliling hotel untuk mencari objek menarik. Kapan lagi bisa ke Hard Rock rame-rame begini?

 

Dari sederetan gitar memorabilia yang ada di sana, cuma satu nama yang gw kenal… Indra Lesmana. Okei, satu lagi sih, Sheila on 7.

   Ntar gw coba dateng lagi ke Hard Rock pas gw udah tua, pajangannya diganti memorabilia dari eranya Muse, Linkin Park, Paramore, Avenged Sevenfold, Yellowcard, dkk… Nah, itu baru gw bakal ngiler fotonya! Mungkin kalo ada gitar Matthew Bellamy dipajang langsung gw colong dalam hitungan detik kali, muhahaha!

 

Salah satu foto odong yang tidak terlalu bisa dikenali apa maksudnya dan siapa modelnya.

 Sella: Yuk, foto! Foto! Hmm, minta tolong siapa ya…
*Alvin lewat, muncul bagai sesosok pahlawan*
Sella: Nahhh, minta tolong Alvin aja! Vin, fotoin dong!
Maggie: Eh, ngga, gw aja yang fotoin…
Sella: Oh, ya udah deh Vin, gak jadi! Eh… Nggak deh, lu sini aja, ikutan foto!
Alvin: ??? *akhirnya ikutan juga*

   Dan masih ada lagi kok, nggak cuma itu doang. Tapi rasanya pada gak tertarik ya? Hohoho…

Tattoo You?

   Setelah foto-foto selesai dan sempet main kartu balap kuda di lobby hotel, kita pergi jalan-jalan lagi. Tujuannya: tato dan nail art! Gw sih maunya tato aja, tapi beberapa mau nail art juga. Kita pun berpetualang dari ujung jalan ke ujung jalan lain untuk mencari tato yang termurah dan tampak menyakinkan.

   Cilla dan Hilly mencari tato-tato yang tampak ‘macho’ dan agak menyeramkan (tengkorak, kalajengking, pocong, bajaj terbang, dst dst) sementara gw nyari yang simple dan gak ribet aja. Magi-chan, Sella, dan Nikol tato di tangan kayak hiasan-hiasan bunga-bunga gitu. Cilla juga, tapi dia protes gara-gara ada kupu-kupunya jadi keliatan feminim banget. Lalu Kum-kum tato kayak naga gitu. Kalo nggak salah Cilla juga tato di kakinya sesuatu yang seperti dinosaurus terbang deh.

 …Got Bucks?

   Setelah ngerusuh di Pizza Hut (yeah, another Pizza Hut!) waktu makan siang, kita menghabiskan waktu buat cari tongkrongan lain… Starbucks. Maaf, numpang ngerusuh sebentar! :P Kata Nikol suara kita ampe kedengeran jelas di lantai bawah (Oops!)…

   Oh ya, di Pizza Hut, Dicho mendapat teman baru lagi: Bao Bei milik Grace!

Gw: Sella, mau minum gak? *nawarin minum gw… fyi, it was mocca frapuccino*
Sella: Ah, nggak deh.
Gw: Oh, okei…
*kita lanjut ngobrol-ngobrol*
Sella: *langsung ngambil gelas gw lalu minum dengan enaknya seolah nggak terjadi apa-apa*
Sella: …Napa?

Cilla: *goncang-goncangin Gijo* Oi, oi!
Gijo: Cill, bisa gak sih kalo manggil orang nepok sekali aja?
Cilla: Uh okei… Kayak gini? *Nabok bahu Gijo beberapa kali* Oi, oi!
Gijo: Adooohhh! Lu gak bisa bedain nepok sama nabok yaaa?! *Nyontohin ke tangan Cilla*
Kum-kum: Ada ya, orang nepok aja harus diajarin…
Gw: Yaaa, Cilla kan juga masih belajar jalan! (Referensi untuk sebuah kejadian lain yang berhubungan dengan guru fisika kami)

   Setelah nongkrong beberapa lama dan menyadari betapa menganggunya kami, kami pun keluar. Tanpa disadari, sudah waktunya berkumpul untuk naik bus dan berangkat ke airport. 

   Di airport, kita nunggu selama beberapa jam. Di sana gw membeli dua buku (there goes my money again…) yaitu The Pact by Jodi Picoult dan Like the Flowing River by Paulo Coelho. Saat ini dua buku itu telah gw selesaikan. Gw suka banget tulisan-tulisannya Paulo Coelho, dan sedangkan untuk The Pact… gw nggak terlalu terkesan sih, tapi lumayan lah.

Gw: Sella… Duit lu sisa berapa?
Sella: Masih ada lumayan sih… Lu?
Gw: …Duit gw tinggal empat ribu, Sel.
Sella: HAH?! ODONG ABIS LU! Dipake buat apa aja?!
Gw: Gak tau…
Nikol: Ayo, coba inget-inget Chel…
Gw: Oh myyy!!! Ternyata masih keselip selembar goceng!!! Duit gw gak jadi sisa empat ribu doang… TAPI ADA SEMBILAN RIBUUU!!!! YAAAYYY!!!
Sella: …Odong ah lu, Chel.

   Dan dari detik inilah Sella menjadi Queen of Odong, kedondong, puser bodong and kacang polong yang mempelopori penggunaan kata Odong di antara kami.

Sella: Nikol, cepeceng lu ada brapa?
Nikol: Dua… eh, cepeceng tuh berapa sih?
Sella dan gw: !@#$%

   Akhirnya tiba juga waktu boarding pesawat kami. Di pesawat sempat terjadi keributan lagi karena pada tukar-tukar tempat duduk (dan bikin para pramugari kewalahan lagi… maaf ya…), dan gw malah jadi nyasar duduk di tempat asing dan di sebelah guru.

   Pesawat mulai bergerak maju, dan akhirnya lepas landas untuk membawa kami pulang ke Jakarta. Gw memejamkan mata, karena gw denger dari bokap waktu pesawat takeoff tuh waktu paling enak buat tidur. Waktunya kami pulang ke habitat rumah kami masing-masing.

   Selamat tinggal Bali, terima kasih untuk waktu lima hari yang menyenangkan ini…

   Every party will always have an end, and it’s the end of this one… (halah)


Biarlah foto ini mengakhiri serial Odong Days ini… :D Dicho dan Si Duck!