June 18, 2009

Laaaa-miiii-aaaa…

Filed under: Daily Moments, Review

   Dari judul di atas, apakah sudah ada yang bisa menebak post ini tentang apa?

   Buat yang udah nonton film tersebut, atau setidaknya nonton trailernya pasti udah tau. Buat yang belum tau dan gak ngeh gw ngomongin apaan, biar gw kasi tau. We’re talking about… Drag Me to Hell.

Ini dia posternya. "Christine Brown has a good job, a great boyfriend, and a bright future. But in three days, she’s going to hell."

Remember, Curiosity Kills the Cat

   Sebelumnya, gw sih udah diceritain dari beberapa temen lain yang udah nonton, dan responnya sih nggak terlalu bagus, seperti:

"JELEK! serem kaga, jijik iyaa" - Iphin

"Gila bisanya ngagetin dwank! Wa aj treak, kaget! Lg tenang" tyap menit muncul, laguna ganti. Steven bilang ‘adoh baru 1menit’. Tp bags critana. Endingna bodoh abis" - Dino

"hahhaha.. serem plus jijik chel ! ada muntah2an segala, isi perut lah, trus setples2an muka lah.. jijik lah pokoknyaa.." - Priska

   …dan lain-lainnya. Namun biarpun gitu, tetep aja gw penasaran dan pengen buktiin dengan cara nonton sendiri. Dan ternyata beberapa temen gw yang belum nonton juga begitu.

   Jadilah hari ini gw, Cilla, Sella, Gijo, beserta seorang bodyguard merangkap kameramen dadakan yang dipungut Sella entah dari mana yang bernama Jason pergi bersama-sama untuk menyaksikan film ini. Eh, tapi Gijo nggak ikut nonton sih, dia malah pergi nonton 17 Again sendirian. Ya ampun, kasihan betul kau nak.

   (Bingung juga gw, lebih kasian 4 orang nonton rame-rame ketakutan tereak-tereak sport jantung dengan histeris ato yang nonton sendirian tapi adem ayem asyik ngeliatin Zac Efron?)

The Movie Itself?

   Ni pelem sebenernya tentang apa sih? *spoiler ahead!*

   Oke, jadi di film ini ada seorang bernama Christine Brown. Doi adalah seorang pegawai kredit bank yang sukses ("ceweknya cakep!" kutipan dari Christopher tentang film ini) dan mempunyai seorang kekasih yang baik hati (tapi nggak cakep sih). Good career, great boyfriend, happy life, what more can she ask for?

   Namun semuanya hancur berantakan saat seorang nenek gipsi tua mendatanginya di kantor dan meminta perpanjangan kredit. Nenek lusuh ini nyeremin banget, liat aja kukunya yang panjang bin kotor dan sorot matanya itu. Dan doi juga menjijikkan abis, contohnya waktu dia ngelepas gigi palsunya di atas sapu tangannya yang jorok buat ngemut permen di meja Christine.

Note to self #1: Jangan taruh permen sembarangan di atas meja kerja.

   Sebenernya Christine bisa aja ngasih perpanjangan kredit, tapi karena memikirkan kemungkinan kenaikan jabatan, ia memutuskan untuk menolak permohonan sang nenek bernama Ganush itu. Oma Ganush pun kecewa dan terus memohon pada Christine, sampai berlutut dan menciumi rok Christine.

   Christine yang panik pun langsung berteriak memanggil sekuriti. Sang nenek terjatuh, dan mereka menjadi tontonan semua orang. Sebelum dibawa keluar oleh para sekuriti, oma Ganush pun berfirman kepada Christine dengan penuh amarah:

"…You shamed me. I begged you, and you shamed me…" 

Note to self #2: Jangan menolak permohonan kredit seorang gipsi. Berat hukumannya.

   Malamnya, saat Christine pergi ke parkiran tempat mobilnya berada, ia melihat mobil oma Ganush. Saat ia masuk ke dalam mobil, tiba-tiba saja nenek ajaib itu sudah ada di belakangnya dan siap menyerangnya! Pertarungan sengit pun tidak terelakkan.

   Oma Ganush menerjang Christine, lalu menjambaknya.

   Christine berteriak tak karuan, meraih sebuah staples, dan menghajar oma Ganush.

   Oma Ganush mengerang kesakitan, tapi tidak menyerah. Yak, beliau terus menghajar Christine! Christine pun tidak mau menyerah dan menghajarnya lagi dengan staples! Bullseye to the eye! Ouch, pasti sakit banget tuh oma Ganush…

   Setelah perkelahian yang melibatkan lepasnya gigi palsu, ciuman menjijikkan dari oma Ganush untuk Christine, tabrak-tabrakan, tawa Christine untuk kemenangannya sejenak - "Haha, I beat you, you old bitch!", dan adegan-adegan yang tidak enak dilihat lainnya, oma Ganush akhirnya berhasil memecahkan kaca jendela mobil Christine dan menyeretnya keluar.

Note to self #3: Tempat parkir adalah salah satu tempat paling rawan untuk adegan horor, selain rumah kosong atau kamar mandi. Dan ternyata, staples dapat menjadi sebuah senjata yang sangat berguna!

   Kemudian Ganush pun melepaskan sebuah kancing secara paksa dari baju Christine. Ia pun mengangkatnya tinggi bagaikan baru saja mendapatkan piala Oscar, dan mengucapkan "Laa…. Mii… A…". Setelah itu, ia pun mengembalikannya ke tangan Christine.

"…Soon, it will be you who comes begging to me."

   Sejak hari itu, kehidupan Christine berubah tidak karuan. Ia telah dikutuk dan dihantui oleh setan bernama Lamia (Yap, Lamia adalah nama iblis di film ini, bukan nama merk makanan yang menjadi sponsor!) yang akan mengganggunya selama tiga hari, kemudian akan menyeretnya ke nereka, seperti judul filmnya.

   Christine menjadi depresi. Hidupnya kacau balau dan ia terus mengalami kejadian-kejadian aneh. Mata Ganush muncul dari ‘harvest cake’nya, Ganush menyerangnya di gudang atau memuntahinya dengan mahkluk-mahkluk menjijikkan, lalat keluar dari mulutnya saat makan malam dengan keluarga Clay, sesuatu kekuatan tak terlihat melemparnya dan menggerakkan barang-barang di rumahnya, ia mimisan tiba-tiba sampai ‘muncrat’ ke bosnya, dan lain-lainnya.

   Karirnya hancur, orang tua kekasihnya menganggapnya gila, dan dalam hitungan hari ia akan ditarik ke neraka.

   *Spoiler ahead! Buat yang cuma mau baca ringkasan kira-kira filmnya seperti apa, bisa lewatin bagian selanjutnya dan mungkin loncat ke bagian akhir*

   Tidak tahan, Christine pun berusaha mencari solusi. Ia membunuh kucingnya sebagai ‘korban’ - "Here, kitty, kitty…", mendatangi rumah Ganush (yang ternyata sudah meninggal! Dan bahkan sesudah meninggal pun ia masih sempat menjambak, menciumi Christine dan juga membanjirinya dengan cairan yang… euhhh banget), juga berkonsultasi dengan peramal India bernama Rham Jas.

   Akhirnya ia meminta tolong Shaun San Dena, yang sudah pernah berhadapan dengan Lamia sebelumnya. Namun rencana mereka semula untuk memperangkap jiwa Lamia ke dalam seekor kambing lalu membunuhnya gagal. Lamia merasuki asisten San Dena dan menyerang semua yang ada di ruangan itu. (Waktu nonton bagian San Dena komat-kamit mantra, gw malah gangguin Cilla sambil ngikut-ngikutin ‘tuuu naaa beee’ ato apalah itu yang dia omongin :P )

   Pada akhirnya, San Dena berhasil mengusir Lamia, biarpun perjuangan itu mengambil nyawanya. (Sella malah berkomentar, "Untung ngusir dulu, baru mati dia! Coba kalo dia mati duluan, tamat dong filmnya!")

Note to self #4: Ingat, tidak ada film horor yang berakhir semudah itu. Sang tokoh utama tidak akan dibiarkan bersenang-senang begitu saja.

   Saat Christine merasa sudah bisa menarik nafas lega, Rham Jas malah menjelaskan satu hal lagi. Untuk benar-benar menghilangkan kutukan itu darinya, ia harus memberikan kancingnya yang sudah dikutuk pada orang lain. Christine pun kembali bimbang dengan pilihan siapakah yang pantas menerima hukuman ‘be dragged to hell’ ini.

   Pertama ia ingin memberikannya pada seorang kakek-kakek di kafe, tapi saat melihat istrinya datang membawakan kue dan ber’oh-so-sweet’ ria, ia pun jadi tidak tega. Lalu ia ingin memberikannya pada Stu yang merupakan saingannya untuk menjadi asisten manajer di kantornya, tapi akhirnya ia pun tidak tega.

   Akhirnya, ia pun terpikir sebuah ide brilian. Seseorang yang memang pantas untuk menerima hukuman seperti itu.

   Oma Ganush.

   Ia pun pergi ke kuburan di tengah hujan badai untuk menggali kembali lubang kubur Ganush. Dengan susah payah ia pun akhirnya berhasil ‘menjejelkan’ amplop berisi kancing itu ke dalam mulut mayat Ganush (yang lagi-lagi, masih bisa-bisanya saja menjambak rambut Christine!). Fajar pun tiba, ia pun menarik nafas lega dan menganggap semuanya telah berakhir.

Note to self #5: Ingat lagi note to self #4.

   Keesokan harinya, ia pun menjalani kembali hidupnya dengan bahagia. Ia berangkat ke stasiun untuk pergi bertamasya dengan kekasihnya, membeli pakaian baru, dan mendapat promosi di kantornya. Hidup kembali indah bagi Christine, sampai ia bertemu Clay dan ia mengeluarkan sesuatu dari kantongnya.

   Sebuah amplop yang tampak familiar.

Note to self #6: Selalu cek barang bawaan anda dengan teliti sebelum meninggalkan suatu tempat. Barang rusak atau hilang bukan tanggung jawab pemilik tempat tersebut.

   …berisi sebuah kancing. Kancing milik Christine. Amplopnya ternyata telah tertukar dengan amplop Clay kemarin! Christine pun langsung panik dan saking ketakutannya, ia pun terjatuh ke rel kereta api. Sebelum Clay sempat menolongnya, tiba-tiba tanah di bawah Christine terbuka. Kemudian beberapa tangan muncul dari tanah dan menariknya pergi… ke neraka.

So, How’s That?

   Seperti yang dikatakan temen-temen gw. Film ini nggak serem-serem amat sebetulnya, dan alur ceritanya cukup mudah ditebak. (Contohnya gw berhasil menebak ending film ini dengan sukses dan Cilla bisa menebak Christine akan berhalusinasi mata Ganush bakal nongol di cake-nya) Malahan kadang-kadang horornya kerasa konyol ato bahkan jayus.

   Cuma beberapa adegan di film ini yang gross abis, alias super menjijikkan sampe bikin kita ngumpet di balik tas dan dompet waktu nonton. Dan juga ngagetin banget. Apalagi musiknya itu bikin perasaan nggak enak banget… (terutama bagian-bagian musik yang pake biola… mantap deuh) dan sound effect yang ngagetinnya bisa bikin kita jumpalitan dari kursi sampe bikin popcorn beroncatan. Kalo nonton rame-rame  lebih seru jadinya, haha.

   Tidak cocok untuk yang berjantung lemah atau gampang muntah, tapi sebenarnya secara keseluruhan film ini lumayan kok…