October 1, 2009
(udah lama nggak post, sekali post kok aneh? hahaha… maaf, lagi nggak ada mood nulis, jadi iseng aja xP bukunya sebenernya ada ilustrasinya yang lebih mengena
)
The Giving Tree, by Shel Silverstein
Once, there was a tree, and she loved a little boy.
And every day the boy would come, and he would gather her leaves, make them into crowns and play the king of the forest. He would climb up her trunk and swing from her branches, and eat apples. And they would play hide-and-go-seek. And when he was tired, he’ll sleep in her shade.
And the boy loved the tree. Very much.
And the tree was happy.
But time went by, and the boy grew older. And the tree was often alone.
Then one day the boy came to the tree and the tree said, "Come, Boy, come and climb up my trunk and swing from my branches and eat apples and play in my shade and be happy."
"I am too big to climb and play," said the boy, "I want to buy things and have fun. I want some money. Can you give me some money?"
"I am sorry," said the tree, "but I have no money. I have only leaves and apples. Take my apples Boy, and sell them. Then you’ll have money and you’ll be happy."
And so the boy climbed up the tree and gathered the apples and carried them away.
And the tree was happy.
But the boy stayed away for a long time… and the tree was sad.
And then one day the boy came back and the tree shook with joy and she said, "Come, Boy, climb up my trunk and swing from my branches and be happy."
"I am too busy to climb trees," said the boy.
"I want a house to keep me warm," he said.
"I want a wife and I want children, so I need a house. Can you give me a house?"
"I have no house," said the tree, "The forest is my house, but you may cut off my branches and build a house. Then you will be happy."
And so the boy cut off all her branches and carried them away to build his house.
And the tree was happy.
But the boy stayed away for a long time, and when he came back the tree was so happy she could hardly speak. "Come, Boy," she whispered, "Come and play."
"I am too old and sad to play," said the boy, "I want a boat that will take me far away from here. Can you give me a boat?"
"Cut down my trunk and make a boat," said the tree. "Then you can sail away and be happy."
And so the boy cut down her trunk and made a boat and sailed away.
And the tree was happy…
…but not really.
And after a long time, the boy came back again.
"I’m sorry Boy," said the tree, "But I have nothing left to give you. My apples are gone."
"My teeth are too weak for apples," said the boy.
"And my branches are gone," said the tree, "So you can’t swing on them."
"I’m too old to swing on branches," said the boy.
"My trunk is gone," said the tree, "So you can’t climb."
"I’m too tired to climb," said the boy.
"I’m sorry," said the tree, "I wish that I can give you something but I have nothing left. I’m just an old stump."
"I don’t need very much," said the boy, "Just a quiet place to sit and rest. I’m very tired."
"Well," said the tree, straigthening her up as much as she can, "An old stump is good for sitting and resting. Come, Boy. Sit down and rest."
And the boy did.
And the tree was happy.
The End.
So, apa yang kalian pikirkan tentang cerita ini?
September 5, 2009
Sedikit lagi kurang kerjaan, nih. (Bo’ong, kerjaan sih banyak, cuma males aja hehe…)
Gw abis beli buku di Times bookstore. Desain kantong plastiknya lucu yah! Ada nama pengarang-pengarang terkenal gitu. Waktu ngebacanya, rasanya hebat gitu kalo gw bisa ngenalin nama-nama itu. Tapi masalahnya, banyak yang gw nggak kenal. Karena lagi nganggur, akhirnya gw pun mencari tahu tentang buku-buku yang mereka tulis. Nggak semuanya sih…

Anyway, let’s begin…
Agatha Christie: Penulis novel detektif. (Yang doyan baca Conan pasti tau deh, hoho
) Buku terjemahannya banyak dijual di Gramedia. Contoh-contoh karyanya adalah The ABC Murders, And Then There Were None, N or M?, buku-buku Hercule Poirot (contoh: The Mysterious Affair at Styles), dan masih banyak lagi. Satu-satunya yang pernah gw baca cuma And Then There Were None yang menurut gw bagus, hehe.
Charles Dickens: Penulis dari zaman Victoria, biasa menulis ceritanya dalam beberapa serial. Karya-karyanya termasuk Oliver Twist , David Copperfield dan A Tale of Two Cities.
Danielle Steel: Penulis dari banyak novel drama dan roman. Beberapa adalah Matters of the Heart, One Day at a Time, Leap of Faith, dan Safe Harbour. Beberapa novelnya sudah diadaptasi menjadi film.
Edward de Bono: Seorang physician, pengarang dan konsultan yang memperkenalkan konsep "lateral thinking" dan ide-ide lain mengenai pemikiran dan pendidikan, contohnya Six Thinking Hats. Gw dulu pernah dijelasin tentang ini di sekolah - jadi kita memikirkan ide kita untuk menjawab suatu persoalan lewat enam sudut pandang yang berbeda, masing-masing dilambangkan oleh sebuah "topi berwarna". Beberapa bukunya adalah How to Have a Beautiful Mind, Lateral Thinking: Creativity Step by Step, dan Simplicity.
Dan Brown: Siapa yang nggak kenal dia sih? Penulis buku-buku yang berhubungan dengan kode, simbol, dan mengaitkan unsur Kristiani seperti Da Vinci Code, Digital Fortress dan Deception Point ini pasti nggak asing lagi buat kita. Apalagi film Angels & Demons sudah dibuat versi filmnya tahun ini - dan buku barunya, The Lost Symbol, akan segera terbit.
John Le Carre: Penulis novel spy-fi yang dulunya pernah bekerja sebagai anggota Military Intelligence. Beberapa karyanya termasuk A Most Wanted Man, A Murder of Quality, dan The Russia House.
Ernest Hemingway: Novelis Amerika dari zaman perang dunia pertama dan kedua ini pernah memenangkan hadiah Nobel dalam literatur dan juga penghargaan Putilizer. Beberapa karyanya adalah The Old Man and the Sea dan The Snows of Kilimanjaro.
Enid Blyton: Penulis berseri untuk anak-anak. Karyanya yang terkenal adalah The Famous Five series (atau kita kenal sebagai… Lima Sekawan. Sounds familiar?), Malory Towers dan St.Claire series.
Mitch Albom: Penulis ini terkenal dengan buku-bukunya yang mengharukan, seperti For One More Day, The Five People You Meet in Heaven dan Tuesdays with Morrie. Gw sendiri udah membaca dua buku terbarunya. Ia juga seorang musisi dan penulis buku olahraga.
Michael Crichton: Penulis sci-fi dan techno-thriller. Beliau adalah penulis dari buku-buku seperti Disclosure, The Andromeda Strain, Next, dan sebuah serial yang sudah diadaptasi ke versi film oleh Steven Spielberg - Jurassic Park.
C.S. Lewis: Penulis kristen yang terkenal dengan serial The Chronicles of Narnia yang beberapa telah diadaptasi dalam film. Ia adalah sahabat dekat J.R.R. Tolkien, penulis The Lord of the Rings.
Roald Dahl: Penulis cerita anak-anak seperti Matilda, Charlie and the Chocolate Factory, The Twits, James and the Giant Peach, dan Fantastic Mr.Fox. Juga menulis autobiografi tentang kehidupan sekolahnya dan saat ia pergi berperang dalam Boy dan Going Solo. Buku-bukunya sering dipakai di sekolah gw buat pelajaran bahasa Inggris, tapi gw lebih suka buku koleksi cerita pendeknya seperti Umbrella Man and Other Stories dan Skin.
J.K. Rowling: Oh, her name is self-explanatory! Kalau masih belum ngeh juga dia siapa, biar gw sebut nama ini: Harry Potter.
George Orwell: Nama aslinya sih Eric Arthur Blair. Beliau adalah penulis yang sering menceritakan tentang masalah diktator dan pentingnya demokrasi, seperti dalam salah satu bukunya, 1984. Ucapan "Down with Big Brother" dan "Big Brother is watching You" berasal dari buku ini.
Tony Buzan: Konsultan pendidikan yang memperkenalkan konsep "Mind Map" dan menulis tentang cara-cara memperkuat ingatan juga kemampuan otak lewat buku-bukunya.
Truman Capote: Penulis dari Breakfast at Tiffany’s dan In Cold Blood. Teman dari Harper Lee, penulis dari To Kill a Mockingbird.
J.R.R. Tolkien: Berawal dari buku The Hobbit, ia pun menulis sekuelnya yang berlanjut menjadi serial The Lord of the Rings. Sahabat dekat C.S. Lewis, penulis serial Narnia.
Jane Austen: Penulis dari Pride and Prejudice yang terkenal di sastra Inggris.
Paulo Coelho: Penulis dari Brazil yang terkenal dengan buku-bukunya yang membangkitkan inspirasi, seperti The Alchemist, The Witch of Portobello, The Pilgrimage dan The Devil and Miss Prym. Gw udah baca The Alchemist, Witch of Portobello, dan Like the Flowing River yang merupakan koleksi tulisan-tulisan pendeknya. Tulisan-tulisan dan bukunya bisa dibaca dan di-download di websitenya dengan gratis.
Mark Twain: Penulis dari The Adventures of Tom Sawyer dan Adventures of Huckleberry Fin.
Harper Lee: Penulis wanita dari To Kill a Mockingbird yang memenangkan Presidential Medal of Freedom.
Stephen King: Penulis cerita horor yang terkenal, banyak bukunya yang sudah dibuat menjadi film. Beberapa karyanya adalah Carrie, The Shining, Misery, The Dark Tower, Just After Sunset, dan banyak lagi. Yang terbaru adalah Stephen King Goes to Movies yang menceritakan pendapatnya mengenai adaptasi film dari karangannya, dan sebentar lagi akan terbir Under the Dome.
Jamie Oliver: Atau dikenal "The-Naked-Chef", seorang koki yang sering muncul di acara TV dan menulis tentang… well, masakan.
William Shakespeare: Tentu kita semua tahu penulis drama dan puisi sonnet klasik yang terkenal ini. Dramanya beragam mulai dari romance seperti Romeo and Juliet (yang terkenal dengan kutipan "Where art thou, Romeo?" dan "What’s in a name? That which we call a rose by any other word would smell as sweet", hehehe), komedi seperti All’s Well That Ends Well, tragedi seperti Hamlet, dan sejarah seperti Henry.
Wah, capek! Masih banyak lagi sih sebenernya, seperti Tom Clancy, Anthony Burgess, Margaret Atwood, dan lain-lain. Tapi gw rasa hari ini cukup segini dulu deh. Gimana nih? Dari list di atas, berapa yang kalian tahu dan pernah baca bukunya? (Well, for me - I ‘know’ 16 people waktu pertama liat, tapi yang gw pernah baca bukunya cuma setengahnya! Oops…)
March 29, 2009


EARTH HOUR ITU…???
Temen-temen banyak yang uda tau dong tentang acara Earth Hour yang diadain kemarin malem? He, belom? Waduh bos, ke mana aja lu?
Well, gapapa, buat yang belum tau… Earth Hour itu jam bumi adalah acara di mana orang-orang dari berbagai penjuru dunia mematikan lampu di tempat mereka masing-masing selama satu jam untuk ‘membantu menyelamatkan bumi’. Tahun ini negara kita Indonesia tercinta udah resmi ikutan lhoo!
Beberapa temen dan sodara gw juga ikutan acara ini, dan ikutan nemenin gw waktu gelap-gelapan satu jem, hehe. Tapi banyak temen-temen gw yang gak mau ikut dengan alasan "males", "gak efektif! cuma 1 jem doank… geje", dan lain-lain. Ya ampun… masa buat bantuin bumi aja males sih?
Mungkin menurut lu matiin lampu selama 1 jam gak ada apa-apanya. Tapi kalau beratus ribu orang yang melakukannya, kita bisa ngehemat banyak energi listrik! Kalo lu bilang "cuma 1 jem doang…", well, ‘1 jem’nya itu cuma simbolik aja, sebagai cara biar orang-orang mau mulai berpartisipasi. Kalo langsung dibilang "Earth Year" orang-orang belum tentu pada mau kan!
Nah, sebelum PLN yang bikin "Earth Hour" yang lamanya biasanya lebih dari sekedar ‘hour’, lebih baik kita yang mulai! Tapi jangan sekedar hura-hura ngikutin orang matiin lampu 1 jam aja, abis itu tetep boros listrik lagi. Biarlah kegiatan ini bikin kita lebih sadar buat hemat energi buat hari-hari selanjutnya juga!
THE EARTH HOUR AT OH CRAB…
Berhubung gw tau kalo gw pikun, gw pun pasang alarm di hape. "Jam 8:30 pm - Earth Hour nihh!! Cepet matiin lampu! SEKARANG JUGA!" kira-kira gitu lah gw tulisnya. Tadinya sempet salah setel alarmnya jam 8:30 am, tapi untung nyadar salah, hehe.
Pertama-tama, keluarga gw menolak berpartisipasi dan gw cuma punya hak buat matiin lampu di kamar gw sama kamar mandi. Nyokap mau nulis anggaran sama beres-beres ini itu, sedangkan bokap mau nonton tipi. Tapi akhir-akhirnya mereka ikutan juga… soalnya pas udah mulai jem 9-an mereka ternyata udah ngantuk, hihi!
Jadi deh rumah gw gelap~ Sayang, rumah tetangga sama di jalan-jalan tetep nyala. Di sepanjang jalan itu cuma rumah gw doang yang gelap gulita gitu kayak rumah setan, hahaha.
Gw mikir, kalo cuma sekedar lampu yang mati tapi AC, laptop, internet, TV, de-el-el pada nyala, sama aja masih boros energi! Jadi begitu alarm hp gw berbunyi dengan ringtone ala Nokia yang klasik abis itu, gw langsung Turn-Off laptop gw Matt-chan, matiin lampu, matiin AC, lalu duduk-duduk di ranjang.
Tindakan pertama yang gw lakukan setelah matiin lampu adalah… makan pisang.
Habis, gelap-gelapan gitu gak tau mo ngapain. Baca buku di bawah terang rembulan tetep aja rada gelap, maen boneka sendirian ntar dianggep orang gila, mau lipet burung bangau dari kertas juga nggak keliatan. Ntar malah jadinya penguin kertas lagi!
Gw ngeraba-raba meja buat nyari sesuatu buat dimakan, dan alhasil ya gw menemukan pisang itu. Gw pun mulai makan. Nyam nyam nyam…
Eh, nyokap denger dari kamar sebelah, terus ngintip ke kamar gw. Kira-kira begini percakapannya:
Nyokap: Kamu lagi ngapain sih? Ada bunyi-bunyi gak jelas gitu…
Gw: Uhh, lagi makan pisang, ma.
Nyokap: Gelap-gelapan gini makan pisang! Emang keliatan? Jangan-jangan yang kamu makan apaan lagi…
Gw: Ah, nggak kok! Ini rasanya rasa pisang, yakin!!
Nyokap: Ooh, ya udahh, mama cuma takut aja ntar besok kamu keracunan gara-gara makan pensil ato apaan. *ngeloyor pergi*
Begitu lampu nyala, gw pun baru nyadar kalo dari tadi tuh gw lagi makan pengapus! OH CRAB!!
Nggak lah.
Setelah selesai makan pisang dan muter-muterin rumah nggak jelas, gw pun kembali lagi ke habitat awal gw tadi - di ranjang. Gw liat jem, ternyata baru 15 menit. Waduh, gelap-gelapan gini kok rasanya jadi ngantuk ya…
Akhirnya gw pun membaringkan diri ke atas ranjang, dan akhirnya dalam hitungan menit tertidur lelap ke alam mimpi. Jadi selain menghemat energi listrik bumi dengan cara matiin lampu, gw juga menghemat energi badan gw sendiri dengan cara tidur! Hebat, kan?
Gimana dengan kalian? Ada yang ikut berpartisipasi dalam Earth Hour juga? Bagi-bagi cerita dong…
March 27, 2009
Dikutip dari mbak Wiki:
Thousand Origami Cranes (千羽鶴 ,Senbazuru) is a group of one thousand origami paper cranes held together by strings.
An ancient Japanese legend promises that anyone who folds a thousand origami cranes will be granted a wish by a crane, such as long life or recovery from illness or injury.
Gw sih bukannya percaya ama legenda itu, tapi buat iseng-iseng aja nyobain. Lagipula gw emang seneng aja ngelipet-lipet paper crane (burung bangau kertas). Tepatnya, itu satu-satunya origami yang gw bisa- selain melipat ‘lemari’, ‘buku’, sama pesawat-pesawatan kertas!
Yah, daripada tiap kali gw buat akhir-akhirnya dibuang, kan lebih baik disimpen aja.
Nah, sejauh ini, gw udah bikin 116 buah. Ni dia potonya:

BAHAHAHA masih harus bikin 884 lagi buat jadi seribuuu…
Gw emang senengnya bikin yang ukurannya kecil-kecil. Selain keliatannya lebih imut, jadinya gak terlalu keliatan kalo gw bikinnya gak rapi!
Masing-masing tingginya sekitar 2 cm aja, dan lebarnya sekitar 3-4 cm. Sebenernya pengen bikin yang lebih kecil lagi, tapi ntar gempor gw ngelipetnya! Wkwkwk.
Biasanya kan orang bikin pake kertas warna-warni, tapi gw nggak mau. Kenapa? Karena gw gak punya kertas warna-warni! *gubrak! sedih banget sih alasannya xD* Lagipula, buang-buang kertas. Mendingan gw pake kertas bekas yang gak dipake lagi aja. Jadilah semua kertas yang gw pake untuk ngelipet-lipet itu adalah dari sisa kertas fotokopian pelajaran, ulangan yang dapet jelek, dan kertas-kertas gak penting laennya, hihihi…
Kalo temen-temen ada yang pengen belajar cara ngelipet bangau kertas, bisa diliat di sini nih! Gimana, apa ada dari kalian ada yang pernah bikin ginian juga? (Ataukah Chelle satu-satunya orang kurang kerjaan yang melakukannya?)
March 21, 2009
Kemarin gw dikasih liat serial animasi flash sama temen gw. Judulnya "There She is!!", tentang seekor kelinci (Doki) yang jatuh cinta sama seekor kucing (Nabi) di sebuah dunia yang ditinggali oleh binatang-binatang (terutama kucing dan kelinci) yang hidup seperti manusia.
Sebenernya animasinya dibuat sama orang Korea yang nggak terlalu bisa bahasa Inggris, tapi kita nggak perlu khawatir soalnya di animasinya nggak terlalu banyak kata-kata. Lagunya dalam bahasa Korea sih, tapi nggak masalah kok, tetap bisa dinikmati karena lagunya bagus-bagus.
***
Step One: There She is!!
Diawali dengan pertemuan Doki dan Nabi di depan sebuah ‘vending machine‘, kisah cinta unik ini pun dimulai. Doki jatuh cinta pandangan pertama pada Nabi, dan langsung mengejar-ngejarnya dengan brutal. Nabi berusaha kabur, tapi ia tetap saja selalu ditemukan oleh Doki.
Nabi berusaha menjelaskan bahwa kelinci seharusnya suka dengan sesama kelinci, bukan dengan kucing, dan mencoba menawarkan beberapa ‘kelinci ganteng’, tapi Doki tetap tidak mengerti. Akhirnya, Nabi pun menyerah.
Step Two : Cake Dance
Doki berulang tahun dan mengadakan sebuah pesta di kafe. Teman-temannya pun datang berkumpul untuk merayakannya. Nabi belum datang karena ia pergi untuk membeli kue ulang tahun. Doki pun langsung jadi berbunga-bunga dan menantikan kedatangannya.
Sementara itu, Nabi terlihat sedang berjuang keras untuk menjaga kue tersebut agar tetap utuh sampai tujuan. Ia sampai harus lari dari anjing dan badak, terjatuh, ditabrak, dan tertimpa reruntuhan barang. Parahnya, ia tidak sengaja menabrak gerombolan salah satu dari trio kelinci ‘gangster‘ yang disebut Jjinta Set.
Sambil melarikan diri dari mereka, akhirnya ia tiba juga di tempat pesta ulang tahun Doki. Tapi karena diserbu oleh Jjinta Set kue tersebut pun jatuh dan rusak. Meskipun begitu, Doki tetap mengambilnya, memasang lilin di atasnya dan memakannya (kan belum lima menit…).
Pesta berlanjut dengan meriah, sampai mereka diusir dari kafe itu karena di sana dilarang ‘hubungan antara kelinci dan kucing’ (Poin ini akan jadi penting di episode keempat). Saat Nabi pulang, ia bertemu dengan seekor kelinci yang ingin mengantar kuenya ke suatu tempat dari toko kue yang sama, dan ia pun memutuskan untuk menggendong dan mengantarnya (mungkin agar ia tidak mengalami kejadian sepertinya).
Step Three: Doki & Nabi
Hari itu adalah kencan pertama Doki dan Nabi. Pagi-pagi, Doki sudah muncul di depan rumah Nabi dengan begitu bersemangat dari dalam sebuah kotak kado (sambil menari-nari dengan pom-pom dan spanduk segala).
Saat melewati sepasang kucing yang sedang pacaran dan bergandengan, Doki pun mencoba mengikutinya. Nabi secara refleks langsung menolak karena melihat sign ‘anti-hubungan-kucing-kelinci’ di sekitar, dan membuat Doki marah.
Saat dikejar-kejar oleh Doki yang lagi ngamuk, Doki berhenti untuk membeli wortel. Segerombolan badak, anjing, dan binatang-binatang lain datang mengerumuninya. Saat ia bersahabat dengan seekor landak, Nabi mulai merasa tertarik dengannya. Saat mereka nonton di bioskop, ia mencoba memegang tangannya tapi gagal. Kencan tersebut berlanjut dengan canggung, dan akhirnya mereka berpisah.
Setibanya di rumah, Nabi kembali melihat kotak kado dari Doki tadi pagi dan langsung bergegas kembali ke rumah Doki. Ia menawarkan "second date" yang langsung diterima dengan penuh sukacita. Episode ini berakhir dengan sebuah batu yang dilempar dan memecahkan jendela rumah Nabi.
Step Four: Paradise
Bagian keempat ini adalah favorit gw, karena jauh lebih serius dan dark daripada episode lainnya yang lucu dan gemibra. Di episode ini hampir semua digambar dalam hitam-putih, dan animasinya tampak lebih baik dan mantap.
Di episode ini, hubungan Nabi dan Doki semakin menarik protes dari mereka yang menentang hubungan antar ras kelinci dan kucing (biar singkat kita sebut aja intermarriage - hubungan antar pria dan wanita dari golongan/ras yang berbeda). Tapi di sisi lain, mereka juga memperoleh dukungan besar dari kelompok "pro-intermarriage".
Nabi dan Doki diusir dari kafe tempat mereka berkencan, diomeli, bahkan Doki dan landak peliharaannya sampai terluka karena diserang kelompok ‘anti-intermarriage‘. Merasa bersalah dengan peristiwa tersebut, Nabi pun segera mengakhiri hubungan mereka.
Saat merawat landaknya yang sudah sekarat, Doki mengeluarkan dua lembar tiket menuju ‘Paradise‘ yang ingin digunakannya bersama Nabi dengan sedih. Il-ho, salah satu dari Jjinta Set melihat hal ini dan langsung menemui Nabi untuk memukul dan memarahinya. Karena dihentikan oleh para "pro-intermarriage", ia membawa Nabi ke tempat "anti-intermarriage". Saat dikejar oleh mereka, ia tidak sengaja memukul temannya dan mengakibatkan perkelahian antara kedua kelompok.
Di rumahnya, Doki berusaha menghubungi Nabi, tapi tidak berhasil karena saat itu Nabi sedang ditahan dengan Il-ho. Merasa semakin hancur dan kecewa, ia pun menghancurkan handphone-nya dan mengambil salah satu tiket menuju "Paradise" lalu pergi.
Part Five: Imagine
Inilah akhir dari serial "There She is!!" ini, yang nungguin loadingnya paling lama.
Doki yang akan segera pergi ke "Paradise" berhenti di depan sebuah pohon dan mengikatkan pita berwarna hijau ke pohon itu (yang ia pakaikan ke landaknya, warnanya sama dengan syal Nabi). Nabi yang baru saja dibebaskan dari tahanan duduk di samping vending machine tempat pertama kali ia bertemu dengan Doki - yang sekarang sudah dicorat-coret oleh kelompok "anti-intermarriage".
Di sana, ia menemukan seekor anak ayam dan mengikutinya sampai ke pohon yang tadi dilewati Doki. Ternyata Doki telah mengikatkan banyak pita hijau ke pohon itu. Nabi pun kembali bersemangat dan segera pergi untuk menemui Doki. Ia pun dibantu oleh teman-temannya, Jjinta Set, sekelompok binatang (badak anjing dkk yang sudah sering muncul) untuk pergi ke airport.
Di airport yang dipenuhi kelompok pro dan anti intermarriage, Nabi berhasil tiba tepat waktu sebelum Doki pergi. Mereka berpelukan dan segera meninggalkan airport yang sedang rusuh itu dengan gaya yang mirip dengan adegan impian Doki di episode pertama. Episode ini berakhir dengan mereka berdua sedang membersihkan tulisan-tulisan di vending machine dan minum bersama.
***
Oh ya, abis nonton flashnya, gw nyobain gambar karakter Doki sama Nabi… gak terlalu mirip sih, hehe. Ini dia:

Hehe. Gimana menurut kalian? (Sengaja gambarnya gak mau ditaro di atas, biar gak dibanding-bandingin sama gambar aslinya, wakakak!)
Kalo mau tau lebih lanjut bisa liat websitenya, Sambakza.net. Coba nonton deh, gimana menurut kalian?
<< Older Posts